TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Suasana meriah dan penuh semangat mewarnai pembukaan kegiatan SMANSA Adventure 2026 yang digelar di SMA Negeri 1 Nunukan Kalimantan Utara, Selasa (5/6/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema "Wiraga Seni, Wirausaha Mandiri, dan Kelola Limbah Menjadi Energi" ini tidak hanya menampilkan kreativitas siswa, tetapi juga menjadi ajang pembentukan karakter generasi muda.
Acara dibuka secara resmi oleh Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, H Muhammad Amin, yang hadir mewakili Bupati Nunukan.
Pembukaan SMANSA Adventure 2026 ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasan balon ke udara yang disambut antusias oleh ratusan peserta dan tamu undangan.
Baca juga: ASN Pemkab Nunukan Ikut Upacara Hari Otda Ke-30, Wakil Bupati Tekankan Inovasi dan Pelayanan Publik
Kegiatan SMANSA Adventure 2026 turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kalimantan Utara Wilayah Nunukan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nunukan Arpiah, anggota DPRD Kabupaten Nunukan Muhammad Mansur , unsur komite sekolah, KONI, KORMI, serta Kepala Sekolah bersama para guru dan peserta didik.
Tidak hanya prosesi pembukaannya yang menarik perhatian. Pesan yang disampaikan Muhammad Amin kepada para siswa menjadi salah satu momen yang paling mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutan tertulis Bupati Nunukan yang dibacakannya, Muhammad Amin mengingatkan para pelajar agar tidak pernah takut memiliki cita-cita besar.
Ia menegaskan berbagai kegiatan di sekolah, termasuk kegiatan ekstrakurikuler dan kokurikuler, dapat menjadi bekal penting untuk meraih masa depan yang lebih baik.
"Kegiatan seperti ini bukan sekadar ajang pamer karya, tetapi juga sarana membentuk karakter, melatih keterampilan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan," ungkapnya.
Baca juga: BPJS Kesehatan dan Pemkab Nunukan Teken Nota Kesepakatan Kolaborasi Inovasi Kasih JKN
Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini memiliki makna yang sangat relevan dengan tantangan zaman. Melalui seni, siswa dapat mengembangkan kreativitas sekaligus melestarikan budaya.
Sementara melalui kewirausahaan, peserta didik belajar menciptakan peluang dan membangun kemandirian sejak dini.
Tak kalah penting, aspek pengelolaan limbah menjadi energi dinilai sebagai langkah nyata dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda.
"Anak-anak kita harus tumbuh menjadi generasi yang kreatif, mandiri, sekaligus peduli terhadap lingkungan sekitarnya," tambahnya.
Setelah seremoni pembukaan, para tamu undangan disuguhi berbagai penampilan seni dari siswa-siswi SMA Negeri 1 Nunukan. Beragam tarian tradisional dan kreasi modern berhasil memukau para hadirin yang memenuhi lokasi kegiatan.
Selain itu, perhatian pengunjung juga tertuju pada stan-stan Panen Hasil Kokurikuler dan Produk Kreatif Kewirausahaan (PKWU) yang menampilkan hasil karya siswa kelas X dan XI.
Berbagai produk inovatif, hasil keterampilan, hingga ide pemanfaatan limbah dipamerkan sebagai bukti nyata proses pembelajaran yang telah berlangsung selama satu semester.
Dengan menggabungkan unsur seni, kewirausahaan, dan kepedulian lingkungan, SMANSA Adventure 2026 menjadi bukti bahwa kreativitas siswa tidak hanya layak diapresiasi, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
(*)
Penulis: Fatimah Majid