Sulawesi Utara Kebanjiran Bantuan Pertanian, Kementan RI Tambah Kuota Jagung hingga 50 Ribu Hektare
Frandi Piring June 03, 2026 05:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus memperkuat sektor pertanian melalui sinergi dengan pemerintah pusat. 

Upaya yang dilakukan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK) mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya alokasi bantuan pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) untuk daerah ini.

Salah satu program yang mengalami peningkatan signifikan adalah pengembangan tanaman jagung. Jika sebelumnya Sulawesi Utara hanya mendapatkan alokasi seluas 15 ribu hektar, kini kuota tersebut meningkat menjadi 50 ribu hektar.

Peningkatan ini membuka peluang lebih besar bagi petani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
KUNKER - Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (kemeja batik biru) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (depan/kemeja putih) saat kunjungan kerja meninjau kebun bibit di lokasi pembibitan pertanian, Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulut, Jumat (1/5/2026). Kabar terbaru, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus memperkuat sektor pertanian melalui sinergi dengan pemerintah pusat. Dalam hal ini meningkatnya alokasi bantuan pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, Nova Wilhelmina Pangemanan, mengatakan bantuan tersebut mulai direalisasikan melalui penyaluran benih jagung di sejumlah daerah.

Di Kabupaten Bolaang Mongondow, sebanyak 73 ton benih telah disalurkan untuk lahan seluas 4.900 hektar.

Sementara di Kabupaten Minahasa Selatan, 30 ton benih telah didistribusikan untuk 2.000 hektar lahan, sedangkan tambahan untuk 4.000 hektar lainnya masih dalam proses kontrak.

Untuk Kabupaten Minahasa Utara, sebanyak 53 ton benih untuk 3.500 hektar lahan dijadwalkan tiba pada pekan ketiga Juni 2026.

Di Kota Tomohon telah disalurkan 10,5 ton benih untuk 700 hektar lahan, sedangkan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan menerima 37,5 ton benih untuk 2.500 hektar.

Adapun Kabupaten Minahasa Tenggara mendapat alokasi 60 ton benih untuk lahan seluas 4.000 hektar yang saat ini masih dalam tahap distribusi kepada petani.

"Untuk daerah lainnya masih sementara berproses melalui tahapan pengusulan dan verifikasi Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) di Kementerian Pertanian," kata Nova.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berfoto
KUNKER - Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berfoto bersama warga saat kunjungan kerja meninjau kebun bibit di lokasi pembibitan pertanian, Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulut, Jumat (1/5/2026). Kabar terbaru, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus memperkuat sektor pertanian melalui sinergi dengan pemerintah pusat. Dalam hal ini meningkatnya alokasi bantuan pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).

Tak hanya bantuan benih, Sulawesi Utara juga memperoleh dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern berupa traktor besar roda crawler.

Alokasi bantuan tersebut meliputi lima unit untuk Kabupaten Bolaang Mongondow, lima unit untuk Kabupaten Minahasa, tiga unit untuk Kabupaten Minahasa Selatan, tiga unit untuk Kabupaten Minahasa Tenggara, tiga unit untuk Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, serta tiga unit untuk Kota Kotamobagu.

Menurut Nova, bantuan alsintan tersebut saat ini tinggal menunggu proses administrasi kelompok tani penerima sesuai ketentuan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 2 Tahun 2026 sebelum dikirim dari pusat.

Selain itu, Kementan RI juga mengalokasikan pembangunan infrastruktur pendukung pertanian berupa bangunan konservasi air di 40 titik yang tersebar di Sulawesi Utara.

Program tersebut mencakup pembangunan dam parit, long storage, embung, rehabilitasi jaringan irigasi tersier (PITER), hingga optimalisasi lahan sawah seluas 3.000 hektar yang difokuskan pada lahan eks cetak sawah.

Nova berharap seluruh pemerintah kabupaten dan kota segera mengusulkan kelompok tani calon penerima manfaat agar program yang telah dialokasikan pemerintah pusat dapat segera dirasakan masyarakat.

"Ini menjadi peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di Sulawesi Utara," ujarnya. (Ren)

Lokasi pembibitan pertanian, Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulut
BIBIT KELAPA - Lokasi pembibitan pertanian di Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulut

Baca juga: Gubernur YSK Lega LHP LKPD 2025 Pemprov Sulut Dapat Opini WTP, Sempat Deg-degan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.