Grid.ID - Penyanyi Farel Prayoga baru saja merayakan momen kelulusan SMP-nya. Namun sayangnya, di momen bahagia itu, Farel justru tak ditemani oleh orangtuanya.
Momen wisuda atau kelulusan sekolah biasanya akan lebih sempurna jika dihadiri oleh orangtua dan keluarga. Sayangnya, hal itu tak dirasakan oleh penyanyi Farel Prayoga.
Lewat media sosialnya, Farel Prayoga memperlihatkan momen wisuda SMP bersama teman-temannya. Sementara itu, di akun media sosial manajernya, Muhammad Rais, diketahui jika momen wisuda Farel itu tak dihadiri oleh satupun keluarga Farel.
Saat menjadi bintang tamu acara Pagi Pagi Ambyar Trans TV, Rabu (3/6/2026), Farel membenarkan jika orangtuanya, sang ayah dan ibu sambung serta saudaranya, tak hadir ke Jakarta untuk menyaksikan proses ‘wisuda’.
“Saudaranya om Rais, anak dari om, tante (istri Rais), keluarga dari manajer, keluarga aku gak ada,” kata Farel.
Pengakuan Farel itu memang akhirnya terdengar amat menyedihkan. Namun, Farel tak mau ambil pusing, toh orang-orang yang selama ini ia anggap berjasa dalam hidupnya, hadir di momen penting itu.

Bahkan, dengan santainya Farel melabeli manajernya itu sebagai ayahnya sekarang. Padahal, ayah kandung Farel, Joko Suyoto, masih ada dan tinggal di Banyuwangi.
“Iya (om Rais yang ajakin Farel sekolah), om ini kan sudah segala-galanya, wali murid juga,” kata Farel.
“Di Jawa (Banyuwangi) tetap ada bapak (kandung), tapi bapak itu malas (jadi wali murid), jadi om yang disuruh, bapak gak ada waktu buat aku. Jadi, om Rais ayahku saat ini, om yang aku sebut (saat wisuda),” kata Farel.
Mendapat label ‘ayah’ dari Farel tak membuat Rais merasa terbebani, meski ia sudah memiliki dua anak kandung. Menurut Rais, sudah sejak Farel bersekolah di kampungnya, Rais sudah rela sibuk bolak-balik mengurusi sekolah Farel.
“Sebenarnya saat saya bertemu anak ini, saya bangga. Ketika nama saya dipanggil (saat wisuda) ya sudah biasa,” kata Rais.
“Hampir tiap hari nama saya dipanggil di grup wali murid, di grup itu (wali murid) juga saya yang gabung. Dia belum kerjain PR, Farel bandel pun saya yang dipanggil ke sekolah,” kata Rais.
“Sebelum ribut (dengan orangtua Farel) itu saya selalu update, di Banyuwangi itu pas daftar sekolah juga ngajak pak Joko, tapi katanya gak mau gak ngerti,” kata Rais.
“Saya pernah ambil rapor dari Jakarta ke Banyuwangi, balik Jakarta dengan pesawat yang sama,” kata Rais.
Farel mendengar dan merasakan sendiri bagaimana perjuangan manajernya selama ini. Makanya, Farel mengaku sempat kesal dengan sikap ayahnya, yang tak menjalani perannya sebagai orangtua.
Kini, Farel memutuskan untuk memutus hubungan dengan orangtua dan keluarga di kampung halamannya, Banyuwangi. Bahkan, saat momen kelulusan pun, Farel enggan mengabari orangtuanya.

“Sudah beberapa bulan ini memang lost contact sama orang di Jawa, gak (komunikasi),” kata Farel.
“Dulu pernah jengkel, manusiawi dendam anak ke ayah yang gak kasih waktu buat anak” kata Farel.
“Sekarang sudah berlalu, lihat ke depannya aja, gimanapun respect tetap orangtua, baik buruknya ditelan saya dan orangtua saja,” kata Farel dengan wajah cuek.
Begitu pula dengan Rais, manajer yang sejak awal mendampingi Farel itu juga sudah enggan berusaha menghubungi orangtua Farel di Banyuwangi. Menurutnya, hubungannya semakin buruk setelah penyerangan verbal yang dilakukan ayah Farel terhadap Rais beberapa waktu lalu.
“Setelah beliau serang saya, saya gak komunikasi lagi, kesehatan mental saya juga harus dijaga, karena masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan, lebih baik gak ada komunikasi. Setelah keributan itu juga gak tanya soal Farel,” kata Rais.