Rakor Bunda PAUD Kota Jambi, Nadiyah Maulana Sebut PAUD Kunci Membangun Generasi Emas
Tommy Kurniawan June 03, 2026 06:49 PM

TRIBUNJAMBI.COM – Komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam membangun generasi unggul dimulai dari pendidikan anak usia dini. Hal itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda PAUD Kota Jambi Tahun 2026 yang mengusung tema “Optimalisasi Layanan PAUD”, di Aula Balai PKK Kota Jambi, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kota Jambi, Pokja PAUD Kota Jambi, jajaran organisasi perangkat daerah terkait, Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan se-Kota Jambi, serta unsur Posyandu bidang pendidikan. Hadir pula narasumber dari Tim Wajib Belajar 13 Tahun Direktorat PAUD, Kemendikdasmen, Bambang  L Malik, BPMP, dan Dinas Pendidikan.

Dalam sambutannya, Nadiyah Maulana menegaskan bahwa usia dini merupakan periode emas (golden age) yang sangat menentukan perkembangan kecerdasan, karakter, dan kemampuan sosial anak di masa depan. Karena itu, investasi terbesar sebuah daerah harus dimulai dari perhatian terhadap pendidikan anak sejak usia dini.

“PAUD bukan lagi sekadar pilihan, melainkan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi. Keberhasilan pembangunan sumber daya manusia berawal dari kualitas pendidikan usia dini yang diterima anak-anak kita hari ini,” tegas Nadiyah.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari berdirinya gedung-gedung megah atau bertambahnya infrastruktur, melainkan dari lahirnya generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Nadiyah menyebut Rakor Bunda PAUD menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen dalam menyukseskan program Wajib Belajar 13 Tahun. Dengan kebijakan tersebut, anak-anak diharapkan memperoleh layanan pendidikan yang berkesinambungan sejak PAUD hingga jenjang pendidikan menengah.

Dalam forum itu, peserta diajak memperkuat tiga fokus utama pengembangan layanan PAUD, yakni pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak usia dini, peningkatan mutu layanan melalui pendekatan PAUD Holistik Integratif, serta penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Baca juga: Delapan Kali Berturut-turut, Tanjab Barat Pertahankan Opini WTP

Tak hanya itu, Nadiyah juga menekankan pentingnya peran Bunda PAUD di tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan sebagai motor penggerak yang mampu menjembatani kerja sama antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

“Anak-anak adalah investasi terbesar daerah ini. Masa depan Kota Jambi akan sangat ditentukan oleh bagaimana kita merawat, melindungi, dan mendidik mereka sejak usia dini,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Nadiyah turut menegaskan pentingnya implementasi inovasi SAPA BAHAGIA (Sisir, Ajak, Pantau, Advokasi) yang digagas Pemerintah Kota Jambi. Program ini diharapkan dapat dijalankan secara aktif hingga tingkat kecamatan dan kelurahan untuk memastikan tidak ada anak usia dini yang terlewat dari akses pendidikan yang layak, inklusif, dan berkualitas.

Melalui gerakan tersebut, pemerintah berupaya mengawal partisipasi sekolah sejak dini sekaligus mendukung keberhasilan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang menjadi agenda strategis pembangunan sumber daya manusia.

Di akhir kegiatan, Nadiyah menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kota Jambi, panitia pelaksana, para narasumber, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rakor. Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada tataran koordinasi, tetapi mampu melahirkan langkah nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan PAUD di Kota Jambi.

Dengan Rakor Bunda PAUD Tahun 2026 ini, Pemerintah Kota Jambi kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan sebagai fondasi utama dalam menyiapkan generasi emas Indonesia di masa depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.