BANGKAPOS.COM--Nama Dadan Hindayana kembali menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto resmi mencopotnya dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Pergantian tersebut terjadi di tengah penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Agung di kantor BGN serta munculnya berbagai spekulasi terkait nasib mantan pejabat yang selama ini menjadi wajah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu.
Di saat isu mengenai dirinya ramai diperbincangkan, Dadan diketahui tidak berada di Indonesia.
Mantan Kepala BGN tersebut disebut saat ini masih menjalankan ibadah haji di Arab Saudi bersama istrinya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dadan berangkat ke Tanah Suci pada 20 Mei 2026 dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 4 Juni 2026.
Keberadaannya menjadi perhatian setelah Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional yang berada di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Rabu (3/6/2026) dini hari.
Penggeledahan itu dilakukan hanya sehari setelah Presiden Prabowo merombak jajaran pimpinan BGN dan menunjuk Nanik S Deyang sebagai kepala badan yang baru.
Selain Dadan, dua wakil kepala BGN yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya juga turut diganti dalam restrukturisasi tersebut.
Perhatian publik juga tertuju pada kediaman pribadi Dadan Hindayana yang berada di kawasan Taman Cimanggu Permai, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat.
Pantauan di lokasi menunjukkan rumah dua lantai bercat hijau sage itu tampak tertutup rapat tanpa aktivitas penghuni.
Seorang petugas keamanan perumahan bernama Hamzah membenarkan bahwa Dadan sedang menunaikan ibadah haji.
"Katanya memang berangkat haji. Sampai sekarang belum kelihatan kembali. Berangkatnya dari rumah ini," ujar Hamzah.
Keterangan serupa disampaikan warga sekitar yang menyebut rumah tersebut memang kosong karena pemiliknya sedang berada di Arab Saudi.
"Memang lagi haji. Jadi rumahnya kosong sementara," kata seorang tetangga.
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Dadan tercatat memiliki sejumlah aset tanah dan bangunan di Kota Bogor dengan nilai miliaran rupiah.
Sebelum dikenal sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana merupakan akademisi yang memiliki karier panjang di dunia pendidikan dan pertanian.
Pria kelahiran Garut, Jawa Barat, tahun 1967 itu menyelesaikan pendidikan Sarjana Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1990 sebagai lulusan terbaik Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan.
Ia kemudian melanjutkan studi ke Jerman dan meraih gelar doktor bidang Entomologi Terapan dari Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover pada periode 1997 hingga 2000.
Sejak tahun 1992, Dadan mengabdikan diri sebagai dosen di Departemen Proteksi Tanaman IPB.
Kariernya terus berkembang hingga menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang IPB, Direktur Ad Interim Kerja Sama IPB, hingga Ketua STPK Banau Halmahera Barat.
Di dunia akademik, Dadan dikenal aktif dalam penelitian dan pengembangan sumber daya manusia, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Nama Dadan mulai dikenal luas publik ketika dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional yang dibentuk pemerintah pada 2024.
Ia dilantik Presiden Joko Widodo pada 19 Agustus 2024 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 94P Tahun 2024.
Saat itu, BGN merupakan lembaga baru yang belum memiliki struktur organisasi lengkap.
Dadan bahkan pernah menceritakan pengalaman unik ketika dilantik sebagai kepala badan.
Menurutnya, saat itu ia datang sendirian tanpa didampingi protokoler karena BGN belum memiliki pegawai.
"Saya dilantik sendirian tanpa diantar protokoler karena memang belum ada pegawai satu pun di Badan Gizi Nasional," ujarnya dalam sebuah kesempatan pada Agustus 2025.
Selama memimpin BGN, Dadan menjadi figur utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Sepanjang kariernya, Dadan menerima berbagai penghargaan dan tanda jasa dari pemerintah maupun lembaga lainnya.
Beberapa di antaranya adalah Satyalancana Karya Satya X Tahun, XX Tahun, dan XXX Tahun dari Presiden Republik Indonesia.
Ia juga pernah menerima penghargaan dari Food and Agriculture Organization (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa serta menjadi warga kehormatan di Kabupaten Halmahera Barat dan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan.
Sosok Dadan
Dilansir dari BGN, Dadan Hindayana lahir di Garut, Jawa Barat tahun 1967.
Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1990 sebagai lulusan terbaik Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan.
Gelar doktor (Dr. rer. Hort) ia raih dari Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover, Jerman, dalam bidang Entomologi Terapan (1997–2000), dengan publikasi ilmiah bereputasi internasional.
Sejak 1992, ia mengabdi sebagai Dosen di Departemen Proteksi Tanaman IPB dan dikukuhkan sebagai Lektor.
Karier kepemimpinan Dadan Hindayana mencakup berbagai posisi strategis, seperti Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha IPB, Ketua STPK Banau Halmahera Barat, dan Konsultan lintas Kementerian.
Ia dikenal sebagai akademisi, birokrat, dan penggerak transformasi kelembagaan dengan pengalaman luas di sektor pendidikan, pertanian, dan pembangunan sumber daya manusia.
Riwayat Jabatan
2024 s.d sekarang : Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia
2014 s.d 2022 : Ketua STPK Banau Halmahera Barat
2007 s.d 2008 : Direktur Ad-interim Direktorat Kerja Sama IPB
2003 s.d 2008 : Direktur Direktorat Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang IPB
2001 s.d 2002 : Sekretaris Kantor Persiapan Implementasi Otonomi IPB
Tanda Jasa/ Penghargaan
1. Satyalancana Karya Satya XXX Tahun – Presiden RI (2023)
2. Satyalancana Karya Satya XX Tahun – Presiden RI (2019)
3. Warga Kehormatan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan - Pengasuh Ponpes Sunan Drajat (2016)
4. Warga Kehormatan Kabupaten Halmahera Barat - Bupati Halmahera Barat (2016)
5. Satyalancana Karya Satya X - Presiden RI (2007)
6. Program Nasional Pengendalian Hama Terpadu - Menteri PPN / Bappenas (1994)
7. Food and Agriculture Organization – United Nations (1992)
Meski diberhentikan dari jabatannya, Dadan mengaku menghormati sepenuhnya keputusan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, pergantian anggota kabinet merupakan hak prerogatif kepala negara.
"Pergantian anggota kabinet merupakan hak mutlak penuh Bapak Presiden RI. Beliau paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan," ujar Dadan.
Ia juga menyampaikan rasa syukur karena pernah diberi kesempatan menjadi bagian dari pemerintahan melalui Kabinet Merah Putih.
Dadan optimistis Presiden Prabowo mampu membawa Indonesia menuju kesejahteraan yang lebih baik.
Selain itu, ia memberikan dukungan kepada pimpinan baru BGN agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan semakin berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Selamat bekerja kepada pimpinan BGN yang baru. Insya Allah akan membawa program MBG makin berkualitas dan bermanfaat untuk seluruh penerima manfaat," katanya.
Sementara itu, Kejaksaan Agung membenarkan adanya penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional.
Namun hingga kini, penyidik belum mengungkap secara rinci perkara yang sedang ditangani maupun keterkaitan penggeledahan tersebut dengan mantan pimpinan BGN.
Pelaksana Harian Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Mochamad Jeffry, hanya menyatakan informasi lengkap akan disampaikan secara resmi setelah proses berjalan.
"Nanti secara resmi dirilis," katanya singkat.
Hingga Rabu sore, belum ada keterangan resmi mengenai status hukum Dadan Hindayana. Isu yang menyebut dirinya telah diamankan aparat juga belum terkonfirmasi.
Pemerintah pun meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan yang sedang dilakukan aparat penegak hukum sebelum menarik kesimpulan terkait berbagai spekulasi yang beredar.
(Tribunnews.com/Tribunjatim.com/Bangkapos.com)