Wawali Balikpapan Bagus Susetyo Dukung Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis, Buka Sumbatan Ekonomi
Budi Susilo June 03, 2026 07:10 PM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Wakil Walikota Balikpapan, Bagus Susetyo, menilai kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah negara, termasuk Prancis, merupakan bagian dari upaya strategis untuk menarik investasi dan meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia.

Hal itu disampaikan Bagus saat menjadi narasumber dalam talkshow Tribun Kaltim bertajuk "Presiden Prabowo ke Luar Negeri Bukan Jalan-jalan: Bawa Investasi Rp 2.430 Triliun" bersama Rektor Universitas Balikpapan (Uniba), Isradi Zainal dan Pimred Tribun Kaltim, Sumarsono, Rabu (3/6/2026) di Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Menurut Bagus, seorang kepala negara memiliki tugas membuka berbagai hambatan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk dalam sektor investasi.

"Pemimpin negara harus membuka sumbatan dan kendala yang ada. Salah satunya berkaitan dengan investasi dan membangun tingkat kepercayaan global terhadap Indonesia," ujarnya.

Wawali Balikpapan, Bagus menyoroti kondisi ekonomi global yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami dinamika, termasuk pelemahan nilai tukar dan pergerakan pasar saham yang membutuhkan sentimen positif dari investor internasional.

Karena itu, langkah Presiden Prabowo menjalin komunikasi langsung dengan pemimpin negara-negara maju dinilai sebagai upaya penting untuk memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan.

Wawali Balikpapan Bagus menjelaskan, Prancis merupakan salah satu mitra dagang yang memiliki hubungan ekspor-impor dengan Indonesia. 

Selain mengimpor berbagai produk teknologi dan peralatan industri, Indonesia juga mengekspor sejumlah komoditas unggulan seperti minyak sawit, produk pangan, hingga tekstil.

Mendorong Masuknya Investasi

Lebih jauh, ia berharap hubungan bilateral yang semakin kuat dapat mendorong masuknya investasi dari perusahaan-perusahaan Prancis ke Indonesia, khususnya di sektor manufaktur dan hilirisasi industri.

"Kita memiliki sumber daya alam yang besar. Yang perlu didorong adalah investasi teknologi dan manufaktur agar bahan baku yang kita miliki bisa diolah menjadi produk jadi di dalam negeri," katanya.

Menurut Bagus, keberhasilan menarik investasi akan berdampak langsung pada terbukanya lapangan pekerjaan dan meningkatnya nilai tambah ekonomi nasional.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat saat ini terus mendorong kebijakan hilirisasi agar Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan menghasilkan produk bernilai tinggi yang diproduksi di dalam negeri.

"Kita ingin sumber daya alam yang ada tidak hanya diekspor dalam bentuk mentah. Harapannya industri pengolahan berkembang, lapangan kerja terbuka, dan masyarakat merasakan manfaat ekonominya," tuturnya.

Terkait Balikpapan, Bagus Susetyo berharap iklim investasi yang kondusif dapat menarik perusahaan-perusahaan internasional untuk menanamkan modalnya.

Termasuk, kata dia, yang bergerak di bidang teknologi industri dan manufaktur yang mendukung pengembangan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.