Simulasi Satkamling di Wates Kediri, Warga Dilatih Tangani Konflik hingga Pencurian
Ndaru Wijayanto June 03, 2026 07:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim,com, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kepolisian mengajak masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan melalui Sistem Keamanan Lingkungan (Satkamling).

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Lomba Satkamling Rayon 2 Polres Kediri yang digelar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wates, Selasa (2/6/2026) malam.

Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus upaya hidupkan kembali peran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan melalui pengamanan swakarsa.

Kapolsek Wates AKP Agus Sudarjanto mengatakan, Satkamling menjadi salah satu garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah potensi gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan RT 06 RW 01 Dusun Sidomulyo Desa Sidomulyo Kecamatan Wates. 

Baca juga: Tiga Kampung Wakili Polresta Malang Kota Berlaga di Lomba Satkamling 2023 Tingkat Nasional

Menurutnya, keberhasilan menjaga situasi kamtibmas tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif warga.

"Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk kembali mengaktifkan Satkamling dan tidak ragu melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan," ucap AKP Agus Sudarjanto, Rabu (3/6/2026) malam.

Dalam penilaian tersebut, tim melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, kelengkapan sarana dan prasarana, administrasi, hingga mekanisme operasional Pos Satkamling.

Baca juga: Jelang Piala Dunia 2026, Penjualan Jersey Anjlok Lebih dari 50 Persen, Pedagang Kediri Sambat

Selain pemeriksaan administrasi dan fasilitas, peserta lomba juga menampilkan simulasi tugas jaga yang menggambarkan situasi nyata di lingkungan masyarakat.

Simulasi diawali dengan pengecekan petugas jaga, pelaksanaan doa bersama, serta penggunaan atribut dan perlengkapan jaga yang tersedia di Pos Satkamling.

Selanjutnya, petugas melakukan patroli lingkungan dengan mengambil jimpitan di rumah-rumah warga.

Dalam patroli tersebut, petugas juga mengingatkan warga yang belum mengunci pintu maupun jendela rumah demi mencegah tindak kejahatan.

Pada skenario berikutnya, petugas menemukan perselisihan antarwarga yang dipicu masalah ternak ayam yang masuk salah satu rumah dan mengeluarkan kotoran. 

Menyikapi situasi tersebut, petugas jaga segera melaporkan kejadian kepada Ketua RT.

Ketua RT kemudian berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang datang ke lokasi untuk melakukan mediasi hingga permasalahan berhasil diselesaikan secara kekeluargaan.

Tak berhenti di situ, simulasi berlanjut dengan penanganan tindak pidana pencurian burung. Saat berpatroli, petugas Satkamling memergoki pelaku pencurian dan melakukan pengejaran.

Dalam skenario tersebut, salah satu pelaku berhasil diamankan oleh petugas jaga.

Sementara seorang pelaku lainnya melarikan diri menggunakan sepeda motor dan mengalami kecelakaan saat berusaha kabur.

Petugas Satkamling kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

AKP Agus menjelaskan simulasi tersebut sengaja dirancang untuk memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menemukan gangguan keamanan maupun persoalan sosial di lingkungan sekitar.

Seperti dibekali bagaimana cara pemadaman api, panduan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas hingga cara pelaporan kepada instansi terkait, baik kepolisian, damkar, hingga rumah sakit.

"Yang paling penting adalah komunikasi dan pelaporan. Ketika ada kejadian, warga tidak bertindak sendiri tetapi segera melaporkan kepada pihak yang berwenang, baik Ketua RT, Bhabinkamtibmas, Babinsa maupun kepolisian," jelasnya. 

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah desa dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan serta mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas sejak dini.

Sementara itu, Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan yang turut meninjau jalannya simulasi mengatakan kegiatan Satkamling tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana untuk mengukur kesiapsiagaan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara mandiri. 

Menurutnya, keberadaan Pos Satkamling yang aktif dapat menjadi sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas di tingkat desa maupun dusun.

Kompol Hari menambahkan, sinergi antara warga, perangkat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan unsur terkait lainnya menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. 

Karena itu, pihaknya berharap semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat terhadap keamanan lingkungan terus ditingkatkan sehingga Satkamling dapat berfungsi secara optimal sebagai bentuk pengamanan swakarsa di tengah masyarakat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.