Menjelang dimulainya Piala Dunia 2026 yang akan digelar di tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, perhatian dunia sepak bola semakin tertuju pada ajang terbesar empat tahunan tersebut.
Turnamen edisi kali ini akan diikuti oleh 48 negara yang akan saling bersaing untuk merebut trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.
Fokus publik tidak hanya tertuju pada para pemain bintang, tetapi juga kepada para pelatih yang akan memimpin tim nasional masing-masing. Piala Dunia 2026 menjadi panggung bagi para pelatih kelas dunia untuk menunjukkan kemampuan taktis dan kepemimpinan mereka.
Sejumlah nama pelatih ternama akan turut meramaikan persaingan sengit di turnamen ini, menjadikannya salah satu edisi paling menarik sepanjang sejarah.
Carlo Ancelotti resmi menjadi pelatih Timnas Brasil pada Mei 2025, sekaligus mencatatkan diri sebagai pelatih asing pertama yang menangani Selecao sejak 1965.
Debutnya dimulai pada Juni 2025, dan setelah menampilkan performa yang meyakinkan, kontraknya diperpanjang hingga tahun 2030.
Sebelum mengambil alih Brasil, Ancelotti dikenal sebagai salah satu pelatih tersukses di dunia dengan koleksi lima trofi Liga Champions UEFA bersama AC Milan dan Real Madrid.
Selain itu, ia juga pernah menukangi sejumlah klub elite Eropa seperti Juventus, Chelsea, Paris Saint-Germain, Bayern Munchen, Napoli, dan Everton.
Lionel Scaloni berkembang dari seorang mantan bek menjadi salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah sepak bola Argentina.
Di bawah arahannya, Argentina berhasil memenangkan Copa America 2021, Finalissima 2022, serta Piala Dunia 2022.
Scaloni memulai karier kepelatihannya sebagai asisten Jorge Sampaoli di Sevilla dan kemudian di Timnas Argentina pada 2016, sebelum dipercaya menangani tim U-20 pada 2018.
Setelah sempat menjadi pelatih interim tim senior usai Piala Dunia 2018, Scaloni kemudian diangkat menjadi pelatih permanen. Sejak saat itu, ia membawa Argentina kembali ke masa kejayaan dan meraih berbagai trofi prestisius.
Julian Nagelsmann resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Jerman pada September 2023, menjadikannya salah satu pelatih termuda dalam sejarah Der Panzer.
Tugas utamanya adalah memimpin proses regenerasi skuad menuju turnamen besar dunia, termasuk Piala Dunia 2026.
Sebelum melatih tim nasional, Nagelsmann dikenal melalui kiprahnya bersama TSG Hoffenheim, RB Leipzig, dan Bayern Munchen. Ia sukses membawa RB Leipzig ke semifinal Liga Champions dan memenangkan Bundesliga bersama Bayern.
Setelah menunjukkan perkembangan positif, kontraknya bersama Timnas Jerman diperpanjang hingga tahun 2025.
Pada Minggu, 31 Mei 2026, pengamat sepak bola Adrian menilai bahwa padatnya jadwal kompetisi klub yang langsung berlanjut ke turnamen internasional berpotensi meningkatkan risiko cedera pemain.
"Menurut saya, hal ini bisa memunculkan risiko cedera. Kita berharap para pemain dapat terhindar dari cedera selama turnamen, karena cedera tentu memengaruhi kekuatan tim dan berdampak pada kualitas persaingan secara keseluruhan," ujarnya.
Grup A
Meksiko: Javier Aguirre
Afrika Selatan: Hugo Broos
Korea Selatan: Myung-bo Hong
Republik Ceko: Miroslav Koubek
Grup B
Kanada: Jesse Marsch
Bosnia dan Herzegovina: Sergej Barbarez
Qatar: Julen Lopetegui
Swiss: Murat Yakin
Grup C
Brasil: Carlo Ancelotti
Maroko: Mohamed Ouahbi
Haiti: Sebastian Migne
Skotlandia: Steve Clarke
Grup D
Amerika Serikat: Mauricio Pochettino
Australia: Tony Popovic
Paraguay: Gustavo Alfaro
Turki: Vincenzo Montella
Grup E
Jerman: Julian Nagelsmann
Curacao: Dick Advocaat
Pantai Gading: Emerse Fae
Ekuador: Sebastian Beccacece
Grup F
Belanda: Ronald Koeman
Jepang: Hajime Moriyasu
Swedia: Graham Potter
Tunisia: Sabri Lamouchi
Grup G
Belgia: Rudi Garcia
Mesir: Hossam Hassan
Iran: Amir Ghalenoei
Selandia Baru: Darren Bazeley
Grup H
Spanyol: Luis de la Fuente
Tanjung Verde: Bubista
Uruguay: Marcelo Bielsa
Arab Saudi: Georgios Donis
Grup I
Prancis: Didier Deschamps
Senegal: Pape Thiaw
Irak: Graham Arnold
Norwegia: Stale Solbakken
Grup J
Argentina: Lionel Scaloni
Aljazair: Vladimir Petkovic
Austria: Ralf Rangnick
Yordania: Jamal Sellami
Grup K
Portugal: Roberto Martinez
Kongo: Sebastian Desabre
Uzbekistan: Fabio Cannavaro
Kolombia: Nestor Lorenzo
Grup L
Inggris: Thomas Tuchel
Kroasia: Zlatko Dalic
Ghana: Carlos Queiroz
Panama: Thomas Christensen
(Laporan: Lifia Anggraini, Peserta Magang STMIK Amikom Surakarta)