Penyintas Banjir di Aceh Utara Mengungsi Lagi, Puluhan Huntara Porak-Poranda Diterpa Angin Kencang
Mursal Ismail June 03, 2026 09:03 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Belum pulih dari dampak banjir yang melanda akhir tahun lalu, puluhan keluarga penyintas banjir di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, kembali harus mengungsi. 

Pasalnya hunian sementara (Huntara) yang mereka tempati porak-poranda diterjang angin kencang dan hujan deras, Selasa (2/6/2026) sore.

Sebanyak 58 unit Huntara yang tersebar di sejumlah gampong rusak dengan tingkat keparahan berbeda, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. 

Akibatnya, sebagian warga terpaksa meninggalkan Huntara dan mengungsi ke rumah kerabat terdekat demi keselamatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Fauzan MA, kepada Serambinews.com, Rabu (3/6/2026), mengatakan pemerintah daerah telah mengambil langkah darurat dengan menyiapkan tenda pengungsian bagi warga terdampak.

"Sebagian warga yang Huntaranya rusak berat mengungsi ke rumah keluarga dan kerabat terdekat.

Sejak malam kejadian kami bersama Dinas Sosial telah menyiapkan tenda darurat untuk warga terdampak," kata Fauzan, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: VIDEO - Puluhan Huntara Penyintas Banjir di Aceh Utara Rusak Diterpa Angin Kencang

Menurutnya, BPBD Aceh Utara telah melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai dasar penanganan lebih lanjut terhadap kerusakan Huntara yang ditempati para korban banjir.

Tenda disiapkan oleh Dinas Sosial dan BPBD di sejumlah titik terdampak, terutama di Gampong Rumoh Rayeuk dan Gampong Geudumbak yang rusak sangat parah.

Berdasarkan data BPBD Aceh Utara, dari total 58 unit Huntara yang terdampak, sebanyak 36 unit berada di Gampong Rumoh Rayeuk.

Di lokasi tersebut, 11 unit mengalami rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan lima unit rusak ringan.

Sementara di Gampong Langkahan, lima Huntara rusak ringan. Kemudian di Dusun Leubok Meuku, Gampong Buket Linteung, tujuh Huntara dan satu musalla rusak berat akibat terjangan angin kencang.

Sedangkan di Gampong Geudumbak, dari 10 Huntara yang terdampak, empat rusak berat, empat unit rusak sedang, dan dua rusak ringan.

Baca juga: Belum Pulih dari Banjir, 58 Huntara di Aceh Utara Rusak Diterpa Angin Kencang

Fauzan mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, dan pemerintah gampong untuk memastikan kebutuhan dasar warga yang kembali mengungsi dapat terpenuhi.

"Kami mengarahkan tim BPBD dan Dinas Sosial untuk terus berada di lokasi terdampak guna membantu masyarakat dan memastikan penanganan darurat berjalan dengan baik," ujarnya.

Musibah tersebut menambah penderitaan para penyintas banjir yang hingga kini masih menunggu pembangunan hunian tetap. 

Setelah kehilangan rumah akibat banjir besar beberapa bulan lalu, mereka kini kembali harus menghadapi kerusakan tempat tinggal sementara yang selama ini menjadi tempat berlindung.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, pemerintah daerah berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat segera diberikan untuk memperbaiki Huntara yang rusak sehingga warga dapat kembali menempati tempat tinggal yang layak dan aman. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.