Rejam Jejak Wabup PALI Iwan Tuaji yang Ditangkap Kejati Sumsel Diduga Terkait Kasus Suap Fee Proyek
Moch Krisna June 03, 2026 08:01 PM

 

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Iwan Tuaji, Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) periode 2024–2029 kini dikabarkan diamankan oleh Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel).

Kejati Sumsel menangkap Iwan Tuaji diduga terkait kasus suap fee proyek pada Rabu (3/6/2026) pagi.

Rekam jejaknya pun tidak lepas dari sorotan publik di tengah kabar penangkapannya.

Pria kelahiran Palembang, 28 Agustus 1986 ini memiliki rekam jejak karier yang cukup dinamis.

Baca juga: Diamankan, Wakil Bupati PALI Iwan Tuaji Tiba di Gedung Kejati Sumsel, Tak Mau Bicara Saat Tiba

 

DITANGKAP : Wakil Bupati Pali inisial Iwan Tuaji  sudah sampai di Kejati Sumsel, Rabu (3/6/2026), sekitar pukul 16.15
DITANGKAP : Wakil Bupati Pali inisial Iwan Tuaji sudah sampai di Kejati Sumsel, Rabu (3/6/2026), sekitar pukul 16.15 (Tribunsumsel.com/andyka wijaya)

 

Salah satu lompatan karier penting Iwan Tuaji di dunia birokrasi dan kebijakan publik adalah ketika dirinya dipercaya menjadi Tenaga Ahli di DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Tidak hanya mengandalkan karier di sektor publik dan birokrasi, Iwan Tuaji juga tercatat aktif sebagai seorang wiraswasta atau pengusaha.

Melalui dunia usaha, ia mengembangkan kemandirian ekonomi sekaligus memperluas jaringan kemitraan dengan berbagai sektor swasta di Sumatera Selatan.

Karier profesional Iwan tidak dapat dipisahkan dari keaktifannya di dunia pergerakan pemuda dan organisasi kemasyarakatan (ormas).

Jaringan organisasi inilah yang menjadi mesin pendorong popularitas politiknya:

  • Garda Pemuda NasDem Kota Palembang: Menjabat sebagai Bendahara II (Periode 2013-2018).
  • Satma Pemuda Pancasila (PP): Dipercaya sebagai Wakil Sekretaris (Periode 2019-2023).
  • KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia): Menjabat sebagai Wakil Ketua (Periode 2021–sekarang).
  • Pemuda Panca Marga (PPM): Menjabat sebagai Wakil Bendahara (Periode 2023–sekarang).

Berkat kiprahnya yang menonjol di dunia pergerakan, ia sempat dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Inspirasi Sriwijaya pada tahun 2017 serta penghargaan dari LPIB Sumsel pada 2018.

Puncak rekam jejak karier Iwan Tuaji terjadi pada Pilkada Serentak 2024.

Baca juga: Harta Kekayaan Iwan Tuaji Wakil Bupati PALI, Tembus Rp6,7 Miliar

Lulusan SMAN 3 Palembang ini memutuskan pulang ke tanah kelahirannya di Kabupaten PALI untuk mendampingi sahabat lamanya sejak masa SMP, Asgianto, maju sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

Mereka berhasil memenangkan Pilkada PALI dengan perolehan suara signifikan, yakni 46.115 suara atau sekitar 40,72 persen.

Kemenangan ini resmi mengantarkan Iwan Tuaji menduduki kursi orang nomor dua di Kabupaten PALI untuk periode jabatan 2024–2029.

 

Ditangkap Kejati Sumsel

Tim Penyidik Kejati Sumsel melakukan operasi pengamanan terhadap Iwan Tuaji bersama salah satu Kepala Dinas (Kadin) di lingkungan Pemkab PALI.

Setelah dalam perjalan menuju Kejati Sumsel, sekitar Pukul 16.15 WIB dengan iring-iringan mobil yang membawa Iwan Tuaji tiba di gedung Kejati Sumsel.

Kejati Sumsel menangkap orang nomor dua di PALI itu diduga terkait kasus suap fee proyek pada Rabu (3/6/2026), pagi. 

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumsel, Ketut Sumedana, saat dikonfirmasi membenarkan adanya operasi pengamanan terhadap dua pejabat teras dari Pemkab PALI tersebut.

Menurut Ketut, saat ini keduanya masih dalam perjalanan menuju Kejati Sumsel untuk diperiksa oleh tim penyidik.

"Benar ada pengamanan terhadap dua orang tersebut. Saat ini yang bersangkutan sedang dalam perjalanan menuju Kejati Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Kejati Sumsel," tegasnya.

Terpisah, Kasi Penkum Kejati Sumsel, Iwan Setiada mengatakan, kasus ini bakal segera dirilis.

"Mohon bersabar karena tim dalam perjalanan menuju gedung Kejaksaan Tinggi Sumsel yang berada di daerah Jakabaring. Nanti untuk rilis langsung dilakukan oleh Bapak Kajati," tutupnya.

Setelah dalam perjalan menuju Kejati Sumsel, sekitar Pukul 16.15 WIB dengan iring-iringan mobil yang membawa Iwan Tuaji tiba di gedung Kejati Sumsel.

Menggunakan kemeja berwana dongker dan masker hitam, Iwan Tuaji tak bicara satu patah katapun saat digiring masuk ke Lift untuk menjalani pemeriksaan di lantai 6 gedung Kejati Sumsel. 

Iwan Setiadi membenarkan bahwa pihak Kejati Sumsel telah mengamankan seorang wakil bupati.

"As. izin rekan-rekan media, hari ini telah diamankan salah satu wakil bupati di wilayah Provinsi Sumsel yang saat ini dalam perjalanan ke Kejati Sumsel. Untuk rilisnya akan disampaikan langsung oleh Bapak Kajati. Wassalam," tulis Iwan Setiadi dalam pesan singkatnya.  (Aggi Suzatri/Andyka Wijaya/Tribunsumsel)

(*) 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.