Viral di Tulungagung, Pemuda 25 Tahun Nikahi Nenek 63 Tahun, Kisah Cinta Beda Usia Jadi Sorotan
M Zulkodri June 03, 2026 08:03 PM

 

BANGKAPOS.COM--Kisah pernikahan yang tidak biasa kembali menyita perhatian publik. Seorang pemuda berusia 25 tahun bernama Dandi resmi menikahi seorang perempuan lanjut usia bernama Suparti (63), yang akrab disapa Mbah Mendes, di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Pernikahan pasangan yang terpaut usia 38 tahun tersebut menjadi viral setelah video akad nikah mereka beredar luas di berbagai platform media sosial.

Banyak warganet dibuat terkejut sekaligus penasaran dengan kisah di balik hubungan keduanya yang berujung ke pelaminan.

Akad nikah diketahui berlangsung di Desa Kalangan, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.

Meski perbedaan usia mereka cukup mencolok, prosesi pernikahan berjalan lancar dan mendapat sambutan baik dari lingkungan sekitar.

Awalnya Dikenalkan Sebagai Saudara

Kisah cinta Dandi dan Suparti rupanya sempat membuat warga sekitar kebingungan. Pasalnya, sebelum pernikahan digelar, Suparti memperkenalkan Dandi kepada masyarakat sebagai kerabat atau saudara.

Kepala Dusun Ngadirogo, Supriyono, mengaku tidak menyangka hubungan keduanya ternyata lebih dari sekadar keluarga.

Menurutnya, warga baru mengetahui fakta sebenarnya beberapa hari menjelang akad nikah dilangsungkan.

"Awalnya dikenalkan sebagai saudara. Menjelang hari pernikahan baru diketahui ternyata Dandi adalah calon suaminya," ujar Supriyono.

Informasi tersebut langsung menjadi perbincangan warga karena jarang terjadi pasangan dengan perbedaan usia hampir empat dekade memutuskan menikah secara resmi.

Kepala Desa Mengaku Kaget

Baca juga: Fakta Baru Terungkap, Menantu yang Bunuh Mertua di Empat Lawang Ternyata Hanya Diminta Bantu Panen

Kisah pernikahan ini juga membuat Kepala Desa Kalangan, Muchamad Fadil, terkejut saat pasangan tersebut mengurus administrasi pernikahan.

Fadil mengungkapkan dirinya sempat tidak percaya ketika mengetahui usia calon pengantin yang terpaut sangat jauh.

Namun setelah melihat keseriusan keduanya untuk membangun rumah tangga, pemerintah desa memberikan dukungan penuh.

Apalagi seluruh proses administrasi dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Bahkan, saat mengurus persyaratan pernikahan, Dandi datang bersama ayahnya sebagai bentuk keseriusan keluarga dalam mendukung keputusan tersebut.

"Saya memang sempat kaget melihat perbedaan usia mereka. Tetapi karena niat keduanya baik untuk membangun rumah tangga, tentu kami menghargai dan mendukung," kata Fadil.

Mas Kawin Sederhana Jadi Simbol Keseriusan

Di balik viralnya pernikahan tersebut, ada fakta menarik mengenai mahar yang diberikan Dandi kepada Suparti.

Pemuda itu diketahui menyerahkan mas kawin berupa uang tunai sebesar Rp200 ribu saat akad nikah berlangsung.

Meski nilainya sederhana, mahar tersebut menjadi simbol keseriusan Dandi untuk mempersunting perempuan yang usianya bahkan lebih tua dari ibunya sendiri.

Bagi pasangan ini, yang terpenting bukanlah besarnya nilai materi, melainkan komitmen untuk menjalani kehidupan rumah tangga bersama.

Fenomena Pernikahan Beda Usia Bukan Pertama Kali

Baca juga: Dadan Hindayana Digiring Penyidik Kejagung Kenakan Rompi Tahanan, Dugaan Korupsi SPPG Mencuat

Fenomena pernikahan dengan selisih usia puluhan tahun ternyata bukan pertama kali terjadi di Jawa Timur.

Beberapa bulan sebelumnya, kisah serupa juga terjadi di Kabupaten Ponorogo.

Seorang pria bernama Ahmad Suryatna yang berusia 30 tahun menikahi Sisri, perempuan berusia 58 tahun yang sebelumnya merupakan atasannya di tempat kerja.

Kisah cinta mereka bermula dari hubungan kerja yang berlangsung selama beberapa tahun.

Kedekatan yang terjalin perlahan berubah menjadi rasa sayang hingga akhirnya Ahmad memutuskan melamar Sisri.

Menurut Ahmad, kepribadian Sisri yang baik, perhatian, dan selalu membantu menjadi alasan utama dirinya jatuh hati.

Sementara Sisri mengaku sempat terkejut ketika dilamar karena perbedaan usia keduanya mencapai 28 tahun.

Meski sempat menghadapi penolakan dari sebagian anggota keluarga, pasangan tersebut tetap mempertahankan hubungan mereka hingga akhirnya menikah secara siri pada 2021 dan baru mengesahkan pernikahan secara negara pada awal 2026 karena terkendala kondisi ekonomi.

Cinta Tak Selalu Mengenal Usia

Kisah Dandi dan Suparti maupun Ahmad dan Sisri menjadi contoh bahwa hubungan asmara sering kali tidak berjalan sesuai pandangan umum masyarakat.

Perbedaan usia yang jauh memang kerap mengundang perhatian publik.

Namun bagi pasangan-pasangan tersebut, faktor kenyamanan, perhatian, dan keseriusan dianggap lebih penting dibanding angka usia.

Di tengah beragam komentar yang bermunculan di media sosial, banyak warga sekitar yang memilih menghormati keputusan mereka selama hubungan tersebut dibangun atas dasar kesepakatan dan niat baik untuk membentuk keluarga.

Pernikahan Dandi dan Suparti pun kini menjadi salah satu kisah yang paling banyak diperbincangkan masyarakat, sekaligus menambah daftar fenomena pernikahan beda usia ekstrem yang terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.(*)

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W, TribunMataraman.com/Rendy Nicko/Farid Mukarrom)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.