TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Sebanyak 11 proyek jalan dan jembatan di Kabupaten Buleleng ditargetkan mulai dikerjakan pada Juli 2026.
Untuk mempercepat pelaksanaan, Pemerintah Kabupaten Buleleng mengonsolidasikan sejumlah paket pekerjaan infrastruktur sehingga proses tender dapat segera berjalan.
Langkah percepatan itu dibahas dalam rapat kaji ulang paket pengerjaan jalan dan jembatan yang digelar di Gedung Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Rabu (3/6/2026).
Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Setda Buleleng, I Made Suwitra Yadnya menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mematangkan dokumen persiapan pengadaan untuk proyek-proyek bidang bina marga yang menjadi prioritas pemerintah daerah pada tahun anggaran 2026.
Baca juga: Ubah Stigma Aparat Keras, Satpol PP Buleleng Ajak Warga Ikut Tugas Lapangan Lewat Saba Pol PP
Menurutnya, tahapan kaji ulang sangat penting untuk memastikan dokumen yang disusun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama konsultan perencana, telah sesuai dengan ketentuan pengadaan barang dan jasa.
"Kaji ulang ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen pengadaan dengan kebutuhan di lapangan, sehingga dapat menjadi dasar yang kuat dalam penyusunan dokumen pemilihan," ujarnya.
Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas tender, Bagian PBJ telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan konsolidasi sejumlah proyek yang memiliki lokasi berdekatan serta kualifikasi penyedia yang sama.
Baca juga: Sasar 82 Ribu Lebih Penerima, Bantuan Hari Raya Galungan Untuk Warga Badung Akan Segera Cair
Hasilnya, 15 paket pekerjaan jalan dan dua paket pembangunan jembatan yang sebelumnya direncanakan, dipadatkan menjadi 11 paket. Konsolidasi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pengadaan sekaligus mengantisipasi keterbatasan waktu pelaksanaan pekerjaan.
Untuk mengawal percepatan tersebut, Bagian PBJ mengerahkan lima kelompok kerja guna melakukan kaji ulang seluruh paket pekerjaan.
Tender ditargetkan berlangsung sepanjang Juni 2026 sehingga penandatanganan kontrak dapat diselesaikan pada pertengahan hingga akhir Juli.
Dengan demikian, pekerjaan fisik dapat segera dimulai saat musim kemarau masih berlangsung.
"Percepatan ini dinilai sangat mendesak mengingat proyek infrastruktur jalan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Momentum musim kemarau di pertengahan tahun ini akan dimanfaatkan optimal agar proyek dapat selesai tepat waktu," kata Suwitra.
Baca juga: Tiga Kontainer Mesin Olah Sampah Dijadwalkan Tiba di Klungkung, Uji Coba Mundur hingga Akhir Juni
Terkait nilai proyek, Suwitra mengatakan pihaknya masih melakukan pembahasan dan perhitungan secara cermat. Penyesuaian harga material akibat kenaikan BBM serta dampak fluktuasi nilai tukar dolar menjadi faktor yang turut diperhitungkan dalam penyusunan anggaran.
Selain itu, penerapan kebijakan penggunaan produk dalam negeri (PDN) sesuai ketentuan Kementerian Pekerjaan Umum juga menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap perhitungan preferensi harga dalam proses tender.
Melihat progres yang berjalan, pihaknya optimistis seluruh proyek dapat dieksekusi tepat waktu pada semester II tahun 2026 sebagai bagian dari program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Buleleng di bidang infrastruktur publik.
Berdasarkan data yang dihimpun, ruas jalan yang akan mendapat penanganan tahun ini di antaranya Jalan Gunung Agung, Jalan Barat Taman Makam Pahlawan Curastana–Jalan Bisma, Jalan Kapten Muka dan Jalan Pantai Asri.
Selain itu Jalan Wisnu Seririt–Pura Segara; Jalan Kaliasem–Banjar Dinas Punggang; Jalan Gerokgak–Bendungan Gerokgak, Jalan Gerokgak–Pantai (Banjar Dinas Batu Agung Pidada); Jalan Lokapaksa–Puncak Sari; Jalan Dencarik–Pedawa (Banjar Dinas Desa), Dencarik–Cempaga, Jalan Temukus–Munduk.
Rehabilitasi juga dilakukan di jalan Giri Mas - Pegayaman (Banjar Dinas Amerta Sari); Jalan menuju Pura Pingit (Bulian–Depeha), Jalan Tajun–Mengening; Jalan Kakak Tua, serta Jalan Patimura.
Tak hanya itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan Jembatan Banyuasri dan jembatan di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula. (*)