TRIBUNMADURA.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang atau Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Dadan Hindayana dalam perombakan jajaran pimpinan lembaga tersebut.
Pengumuman pergantian pimpinan BGN disampaikan pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.
Penunjukan Nanik menjadi sorotan publik, karena rekam jejaknya yang cukup panjang, mulai dari dunia jurnalistik, politik, hingga pemerintahan.
Sosok kelahiran Madiun, Jawa Timur, tersebut juga dikenal memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo sejak lama.
Dikutip dari Tribunnews.com, Nanik sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang membidangi Komunikasi Publik dan Investigasi.
Kini, perempuan berusia 58 tahun itu dipercaya memimpin lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan berbagai program pemenuhan gizi nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelum dikenal sebagai pejabat publik, Nanik lebih dahulu meniti karier di dunia media.
Ia memulai perjalanan profesionalnya sebagai wartawan pada tahun 1989.
Nanik pernah bekerja di Tabloid Bangkit yang merupakan bagian dari jaringan media Kompas Gramedia.
Baca juga: Sosok dan Rekam Jejak Natalius Pigai, Menteri HAM yang Usul Hak Hapus Jejak Digital di RUU HAM
Kariernya kemudian berkembang hingga menduduki berbagai posisi strategis di sejumlah media nasional.
Ia tercatat pernah menjadi pemimpin redaksi sekaligus mengelola sejumlah produk media yang berada di bawah Kelompok Media Peluang (KMP) dan MNC Media.
Beberapa media yang pernah berada di bawah kepemimpinannya antara lain Majalah Prospektif, Tabloid Genie, dan Tabloid Mom and Kiddie.
Selama berkarier sebagai jurnalis, Nanik dikenal aktif mengangkat berbagai isu sosial, politik, dan ekonomi.
Latar belakang sebagai insan pers tersebut menjadi salah satu modal penting dalam membangun komunikasi publik saat memasuki dunia pemerintahan.
Selain memiliki pengalaman panjang di bidang jurnalistik, Nanik juga merupakan lulusan Universitas Jenderal Soedirman atau Unsoed.
Nama Nanik mulai banyak dikenal di ranah politik nasional saat bergabung dalam tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden 2019.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari Tribun-Timur.com, Nanik kala itu dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur.
Keterlibatannya dalam tim pemenangan tersebut membuat Nanik menjadi salah satu figur yang cukup dekat dengan Prabowo.
Kedekatan itu kemudian berlanjut setelah Prabowo terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia.
Baca juga: Profil Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Sosok di Balik Pembukaan 35.000 Lowongan Kerja
Perjalanan Nanik di pemerintahan dimulai setelah dirinya dilantik sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024-2029 pada Oktober 2024.
Dalam jabatan tersebut, ia banyak terlibat dalam upaya integrasi program pengentasan kemiskinan dengan peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kiprah Nanik di pemerintahan terus berkembang.
Pada September 2025, ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
Posisi tersebut memberinya pengalaman langsung dalam mengawal berbagai program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.
Tidak hanya berkarier di pemerintahan, Nanik juga sempat dipercaya masuk ke jajaran perusahaan pelat merah.
Dikutip dari Tribunnews.com, Nanik diangkat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) pada 12 Juni 2025.
Pengangkatannya diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Pertamina yang digelar di Jakarta.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Mahfud MD, Putra Madura yang Lulus Doktor hingga Jadi Ketua MK
Penunjukan tersebut tertuang dalam keputusan Menteri BUMN terkait perubahan susunan Dewan Komisaris perusahaan.
Pengalaman di sektor korporasi negara tersebut semakin melengkapi rekam jejak Nanik yang sebelumnya banyak berkecimpung di dunia media dan pemerintahan.
Kini, Nanik Sudaryati Deyang menghadapi tantangan baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
Penunjukan dirinya menjadi bagian dari evaluasi dan penyegaran organisasi yang dilakukan pemerintah terhadap kinerja sejumlah lembaga dalam kabinet.
Selain mengganti posisi kepala badan, pemerintah juga menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen Eddy Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru.
Dengan pengalaman sebagai jurnalis senior, tokoh politik, pejabat pemerintahan, hingga komisaris BUMN, Nanik diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan berbagai program gizi nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.