UT Majene Dorong Tegaknya Pancasila Melalui Nilai Musyawarah, Gotong Royong dan Kemanusiaan
Ilham Mulyawan June 03, 2026 10:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Peringati Hari Lahir Pancasila, Universitas Terbuka (UT) Majene melaksanakan dua agenda utama yang diikuti oleh pimpinan beserta segenap civitas akademika UT Majene selama dua hari berturut-turut.

Sebagai bentuk komitmen dalam memperkokoh karakter bangsa. 

Direktur UT Majene, Devi Ayuni, S.E., M.Si., hadir langsung memenuhi undangan upacara gabungan bersama jajaran instansi lainnya di Lapangan Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Majene.

Baca juga: Mahtan dan SSC Giat Hapus Tatto Gratis untuk Warga Binaan Lapas Polewali Polman Pada 14 Juni

 

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Ritamariani Basharoe, M.Pd., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. 

Dalam kesempatan itu, Wabup Andi Rita menyampaikan amanat seragam yang menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam setiap pengambilan kebijakan publik agar selalu berlandaskan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.

Upacara Pancasila di Pendopo majene
upacara Pancasila - Direktur UT Majene, Devi Ayuni, S.E., M.Si., hadir langsung memenuhi undangan upacara gabungan bersama jajaran instansi lainnya di Lapangan Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Majene. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Ritamariani Basharoe, M.Pd., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Keesokan harinya, Selasa, 2 Juni 2026, UT Majene menggelar upacara internal di halaman Kantor UT Majene. 

Berperan sebagai Inspektur Upacara, Ibu Devi Ayuni membacakan pidato resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia di hadapan seluruh staf dan dosen.

Sesuai dengan tema tahun ini, "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", Ibu Devi menyampaikan bahwa Pancasila merupakan "bintang penuntun" dan "jangkar moral" yang tangguh dalam menghadapi ketidakpastian global serta disrupsi teknologi. 

Melalui pidato tersebut, Devi mengajak seluruh elemen kampus, terutama generasi muda, untuk membumikan nilai luhur dasar negara agar tidak sekadar menjadi hiasan dinding atau teks sejarah. 

Nilai musyawarah, gotong royong, dan kemanusiaan harus diwujudkan nyata dalam ekosistem pendidikan tinggi.

Bagi UT Majene, dua rangkaian upacara ini menjadi refleksi penting. Kehadiran UT di Sulawesi Barat berperan nyata dalam mengimplementasikan sila kelima, yakni menyediakan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan tanpa sekat geografis. 

Melalui momen ini, UT Majene memantapkan langkah untuk mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang kokoh demi kemajuan daerah. (*) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.