Cegah Microsleep, Mahasiswa ITB Rancang Helmet Cerdas Berbasis IoT
GH News June 03, 2026 11:09 PM
Jakarta -

masih menjadi salah satu penyebab dari kecelakaan motor. Untuk mengatasi masalah ini, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) merancang helmet sensor berbasis Internet of Things (IoT).

Tim bernama iConic yang beranggotakan Mahesya Friemay Romadhoni, Muhammad Yasser Saputro, dan Rizky Miftah Alfiah dari Teknik Industri angkatan 2023 mengusung inovasi helm cerdas bernama SADAR Helmet. Teknologi ini bisa memberikan peringatan preventif melalui getaran, suara, dan notifikasi digital untuk mencegah kecelakaan.

Inovasi SADAR Helmet mengintegrasikan sensor Photoplethysmography (PPG), akselerometer, dan giroskop untuk memantau kondisi fisiologis dan gerakan kepala pengendara.

Sistem menggunakan kombinasi multisensor agar hasil deteksi lebih akurat. Selain itu, sistem juga dapat dipasang pada helm standar SNI tanpa mengubah struktur helm.

Pengembangan SADAR Helmet

Model SADAR Helmet dirancang tim iConic dengan sensor PPG, akselerometer dan giroskop, tombol respons, dan LED peringatan. Tim iConic meraih juara 2 dalam ajang SASECOM 2026 yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Kamis (7/5/2026).Tim iConic meraih juara 2 dalam ajang SASECOM 2026 yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Kamis (7/5/2026). Foto: Dok. Tim iConic

Dalam pengembangannya, Tim iConic menggunakan teknologi IoT untuk pemantauan dan komunikasi data, sensor PPG untuk membaca detak jantung dan Heart Rate Variability (HRV), dan akselerometer dan giroskop untuk mendeteksi pola gerakan kepala. Tim juga mengintegrasikan machine learning dan sensor fusion untuk mengklasifikasikan kondisi kantuk pengendara.

"Prosesnya memakan banyak waktu karena kami benar-benar melakukan berhari-hari untuk mendapatkan ide SADAR Helmet," kata Rizky dalam laman ITB dikutip Rabu (3/6/2026).

Waktu Persiapan Singkat Tapi Kantongi Juara

Tim iConic merasa tantangan terbesar ada pada waktu persiapan yang singkat. Para anggota tim harus menyusun karya tulis, membuat rancangan prototipe melalui SolidWorks dan AutoCAD, serta melakukan validasi keamanan berdasarkan jurnal ilmiah yang relevan.

Namun, kerja keras itu berbuah manis. Tim mereka membawa pulang juara 2 pada ajang Smart Safety Competition (SASECOM) 2026 yang diselenggarakan OSH Forum Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM Undip).

Ke depannya, tim iConic berharap SADAR Helmet dapat dikembangkan lebih lanjut melalui integrasi aplikasi GPS , serta analisis berbasis AI untuk meningkatkan akurasi deteksi kantuk. Tim juga berharap dapat bekerja sama dengan industri helm, sektor otomotif, maupun pemerintah.

"Kami belajar bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya berasal dari ide yang bagus, tetapi juga dari proses riset yang kuat, kerja sama tim, komunikasi yang baik, dan kemampuan memahami permasalahan nyata di masyarakat," ujar Yasser.

Nikita Rosa
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.