Analisa Asisten Pelatih Madura United, Belanda Bakal Kerepotan di Piala Dunia 2026
Torik Aqua June 04, 2026 12:14 AM

 

TRIBUNJATIM.COM - Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 tim peserta.

Format baru ini membuat persaingan diprediksi semakin ketat, termasuk pada fase grup yang dinilai lebih merata dibanding edisi sebelumnya.

Asisten Pelatih Madura United, Rakhmat Basuki, menilai Grup F menjadi salah satu grup yang paling menarik untuk disimak.

Menurutnya, Belanda tidak akan mudah melaju karena harus menghadapi Jepang, Swedia, dan Tunisia yang dinilai memiliki perkembangan sepak bola yang sangat pesat.

Baca juga: Piala Dunia 2026 Jadi Peluang Cuan, Warkop di Malang Bayar Lisensi Nobar Rp11 Juta

Piala Dunia 2026 akan bergulir 11 Juni hingga 19 Juli mendatang di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Ancaman Nyata dari Jepang dan Tunisia

Asisten Pelatih Madura United Rakhmat Basuki menilai gelaran Piala Dunia kali ini akan lebih menarik.

Termasuk soal peta persaingan, pelatih asli Madura itu menilai sulit memprediksi.

"Pembagian grup, saya rasa agak merata di Piala Dunia kali ini. Dan tim-tim besar sepertinya tidak akan mengalami kesulitan besar untuk bisa lolos dari fase grup," kata Rakhmat Basuki kepada TribunJatim.com.

Hal ini akan membuat Belanda kerepotan.

Pelatih caretaker Madura United, Rakhmat Basuki saat jumpa pers di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan.
Pelatih caretaker Madura United, Rakhmat Basuki saat jumpa pers di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan. (Tribun Jatim Network/Khairul Amin)

"Mungkin sedikit sengit adalah Grup F. Belanda harus bekerja ekstra keras untuk bisa melalui hadangan timnas Jepang, Swedia, dan Tunisia," tambahnya.

Grup F pada gelaran Piala Dunia 2026 dihuni Belanda, Jepang, Swedia, dan Tunisia.

Belanda, meski selalu diperkuat pemain-pemain bintang setiap edisinya, tidak pernah menjadi juara dalam sejarah kepesertaan Piala Dunia.

Belanda tiga kali menjadi runner-up: 1974, 1978, dan 2010.

Sekali menempati peringkat tiga, yaitu di Piala Dunia 2014.

Begitu juga dengan Swedia, belum sekalipun menjadi juara Piala Dunia dalam sejarah kepesertaannya.

Swedia sekali menjadi runner-up, edisi 1958.

Dua kali menempati peringkat ketiga, edisi 1950 dan 1994.

Sekali menempati posisi empat, gelaran Piala Dunia edisi 1938.

Dua kekuatan besar negara Eropa tersebut akan menghadapi dua peserta negara lain yang sepak bolanya sedang berkembang.

Jepang menjadi penantang serius.

Meski tim berjuluk Negeri Sakura itu belum menorehkan prestasi bergengsi di Piala Dunia. 

Begitu juga dengan Tunisia.

"Tiga negara yang saya sebutkan terakhir sepak bolanya sedang berkembang sangat pesat. Terutama Jepang dan Tunisia," pungkasnya.

Persaingan Grup F akan dimulai lewat laga pembuka antara Belanda vs Jepang di Stadion Dallas (AT&T Stadium), Minggu (14/6/2026).

Disusul laga antara Swedia vs Tunisia sehari setelahnya, Senin (15/6/2026), di Stadion Monterrey (BBVA Stadium).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.