Oleh:
Nabilla Nazuwa, Mahasiswi Bahasa Indonesia USK
SERAMBINEWS.COM - Kawasan batu-batuan di Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh, kini menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk menikmati suasana sore. Hamparan batu pemecah ombak yang menghadap langsung ke laut menawarkan pemandangan senja yang memukau. Tidak heran jika setiap akhir pekan maupun hari libur, lokasi ini dipadati pengunjung dari berbagai kalangan.
Ramainya pengunjung tentu membawa dampak positif bagi sektor pariwisata. Pedagang makanan dan minuman di sekitar lokasi turut merasakan peningkatan pendapatan. Kawasan yang dulunya hanya berfungsi sebagai pemecah ombak kini berkembang menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat.
Namun, di balik keindahan tersebut, terdapat persoalan yang masih sering dijumpai, yaitu sampah yang berserakan di antara batu-batuan dan sepanjang area pantai. Bungkus makanan, botol plastik, gelas sekali pakai, hingga puntung rokok masih kerap ditemukan setelah pengunjung meninggalkan lokasi. Kondisi ini menjadi ironi karena keindahan alam yang dinikmati bersama justru perlahan tercemar oleh perilaku sebagian pengunjung yang kurang peduli terhadap kebersihan.
Persoalan sampah bukan hanya tentang estetika lingkungan. Sampah plastik yang terbawa angin atau ombak dapat mencemari laut dan mengancam kehidupan biota perairan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengurangi daya tarik wisata dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor pariwisata.
Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan kawasan wisata. Pengunjung perlu membiasakan diri membawa pulang sampah atau membuangnya pada tempat yang telah disediakan. Langkah sederhana tersebut akan memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan. Di sisi lain, pemerintah dan pengelola kawasan juga perlu menambah fasilitas tempat sampah serta memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan area wisata.
Keindahan batu-batuan Ulee Lheue merupakan aset wisata yang berharga bagi Banda Aceh. Menikmati senja yang indah tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan, tetapi menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan. Sebab, wisata yang baik bukan hanya tentang banyaknya pengunjung, melainkan juga tentang bagaimana keindahan alam tetap terjaga untuk dinikmati oleh generasi mendatang.(*)