Kuwait Bantah Sediakan Wilayah bagi AS untuk Serang Iran
Ryan Nong June 04, 2026 12:19 AM

POS-KUPANG.COM, KUWAIT - Kuwait menegaskan, wilayah dan ruang udaranya tidak digunakan untuk menyerang negara mana pun. Ini sekaligus menyangkal klaim Iran bahwa Amerika Serikat melancarkan serangan dari Kuwait.

Kuwait telah memanggil kuasa usaha Iran atas serangan Iran yang menyasar bandara.

"Penolakan tegas Kuwait terhadap penggunaan wilayah atau ruang udaranya dalam tindakan permusuhan apa pun terhadap negara mana pun, menekankan bahwa klaim palsu Iran tidak berdasar dan tidak didukung oleh bukti", kata Wakil Menteri Luar Negeri Hamad Suleiman Al-Mashaan dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: AS Tegaskan Mampu Perang Lagi Lawan Iran

IRGC klaim bertanggung jawab Garda Revolusi Iran (IRGC) telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap Kuwait. Menurut mereka, serangan itu merupakan balasan atas serangan AS terhadap kapal tanker minyak dan sebuah pulau Iran.

"Sebagai tanggapan atas agresi ini, Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, yang menampung helikopter, serta markas besar Armada Kelima AS di Bahrain, menjadi sasaran rudal dan drone oleh pasukan Garda Revolusi ," kata IRGC dalam sebuah pernyataan di saluran Telegram resmi mereka.

Akibat serangan ini, satu warga negara India tewas dan 63 orang lainnya luka-luka. Ini menjadi serangan mematikan pertama di Teluk sejak gencatan senjata 8 April diberlakukan.

Kompleks bandara yang menjadi sasaran Iran mencakup Cargo City, sebuah pangkalan yang digunakan oleh pasukan AS, tetapi terletak agak jauh dari terminal sipil. Juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Saud Abdulaziz Al-Atwan menuturkan, 30 rudal balistik dan drone diluncurkan dalam serangan itu.

Sebelumnya, Pasukan Amerika Serikat menembakkan rudal ke sebuah kapal yang mencoba berlayar menuju pelabuhan Iran dan melanggar blokade pada Selasa (2/6/2026).  

Washington kini telah menghentikan secara paksa enam kapal yang mereka klaim berupaya melanggar blokade. "Kapal tanker minyak M/T Lexie berbendera Botswana yang tidak bermuatan, mengabaikan peringatan berulang kali selama periode 24 jam," kata Komando Pusat militer AS (Centcom) dalam sebuah pernyataan, Rabu

"Sebuah pesawat tempur Amerika akhirnya melumpuhkan kapal tersebut dengan menembakkan rudal Hellfire ke ruang mesin kapal," sambungnya. Pernyataan tersebut tidak menyebutkan apakah serangan itu menyebabkan korban jiwa di atas kapal Lexie. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.