TRIBUN-MEDAN.com - Seorang bayi laki-laki berusia 18 bulan meninggal dunia diduga akibat mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh ibu kandungnya bersama sang kekasih.
Kasus tragis tersebut kini tengah diselidiki pihak kepolisian setelah hasil autopsi menemukan banyak luka pada tubuh korban, termasuk bekas luka lama yang diduga menjadi tanda adanya kekerasan berkepanjangan.
Dikutip dari Mstar, Rabu (3/6/20260, korban diketahui bernama Arshid. Bayi malang itu dinyatakan meninggal dunia pada Jumat lalu setelah sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Berdasarkan laporan yang beredar, peristiwa tersebut terjadi di India dan langsung memicu perhatian publik setelah detail kondisi tubuh korban terungkap.
Pihak kepolisian kemudian mengambil tindakan dengan menangkap ibu korban yang diketahui bernama Akhila serta kekasihnya, Ashkar, pada Minggu. Penangkapan dilakukan setelah hasil bedah siasat atau autopsi menunjukkan adanya banyak bekas cedera pada tubuh anak tersebut.
Dalam keterangannya kepada polisi, Ashkar mengaku peristiwa bermula ketika korban mengalami batuk secara tiba-tiba setelah makan. Ia menyebut anak itu kemudian muntah melalui mulut dan hidung sebelum kondisinya melemah dan tidak sadarkan diri.
Menurut pengakuannya, korban lalu dibawa menggunakan ambulans menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, karena kondisinya dinilai kritis, bayi tersebut kemudian dirujuk ke Rumah Sakit SAT di Thiruvananthapuram.
Meski sempat mendapatkan perawatan lanjutan, tim dokter akhirnya menyatakan korban meninggal dunia sekitar pukul 18.08 waktu setempat. Kematian korban kemudian memicu penyelidikan lebih lanjut setelah petugas medis menemukan sejumlah kejanggalan pada kondisi fisik anak tersebut.
Polisi mengatakan, berdasarkan pemeriksaan mendalam ditemukan banyak bekas luka lama pada tubuh korban yang diketahui telah sembuh sebagian. Temuan itu menimbulkan dugaan bahwa korban kemungkinan telah mengalami kekerasan dalam jangka waktu cukup lama sebelum akhirnya meninggal dunia.
Kecurigaan terhadap ibu korban dan pasangannya juga diperkuat oleh keterangan dari keluarga korban sendiri. Kakek dan nenek korban disebut telah menyampaikan kekhawatiran kepada polisi bahwa kedua tersangka mungkin terlibat dalam cedera yang dialami anak tersebut.
Selain itu, nenek dari pihak ibu korban turut memberikan kesaksian yang memperkuat dugaan penganiayaan. Dalam wawancara dengan media lokal, ia mengaku cucunya tidak mengalami luka apa pun ketika dibawa keluar dari rumahnya.
“Dia tidak memiliki luka apa pun ketika dibawa pergi dari rumah saya, tetapi saya melihat banyak luka di seluruh tubuhnya,” ujar nenek korban sambil menahan tangis.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu dasar yang mendorong polisi untuk mendalami kemungkinan adanya tindakan kekerasan terhadap korban selama berada bersama ibunya dan sang kekasih.
Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian serta memastikan penyebab pasti kematian korban. Polisi juga masih memeriksa kedua tersangka terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya bayi tersebut.
Dalam laporan sebelumnya, polisi mengungkapkan bahwa ayah kandung korban telah meninggal dunia sebelum anak itu lahir. Sejak saat itu, korban diketahui berada dalam pengasuhan ibunya.
Hingga kini, pihak berwenang masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan guna menentukan langkah hukum berikutnya terhadap kedua tersangka. Polisi juga belum memberikan keterangan lebih rinci mengenai kemungkinan pasal yang akan dikenakan dalam kasus tersebut.
(cr31/tribun-medan.com)