TRIBUN-MEDAN.com - Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim akhirnya menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu (3/6/2026) jelang tengah malam.
Silmy Karim diburu KPM terkait pengembangan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pejabat Kantor Imigrasi Jakarta Barat.
Silmy Karim sempat tidak diketahui keberadaannya sehingga tim KPK melakukan pencarian.
Dikutip Tribunnews.com, Silmy Karim tiba di Gedung Merah Putih, Jakarta pada pukul 22.38 WIB.
Silmy terlihat dikawal oleh empat orang berseragam hijau. Beberapa ajudan Silmy sempat terlibat aksi dorong-dorongan dan adu mulut dengan awak media yang menunggu Silmy.
Saat ditanya keberadaan sebelum menyerahkan diri, Silmy tidak menanggapi pertanyaan para awak media.
Silmy menghampiri meja resepsionis untuk mendapatkan akses ke ruang pemeriksaan.
Baca juga: SOSOK Wakil Menteri Silmy Karim Dicari Usai OTT Kepala Imigrasi Jakbar, Diminta KPK Serahkan Diri
Sebelumnya, KPK menangkap Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah dan sejumlah pihak dalam OTT yang digelar sejak Selasa (2/6/2026) malam.
“Salah satunya itu (Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat). Dalam progresnya, ada belasan orang yang diamankan dalam rangkaian kegiatan peristiwa tertangkap tangan kali ini,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Budi mengatakan, dalam OTT itu, KPK juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya, mobil, motor, uang tunai, dan logam mulia.
“Dan juga barang bukti yang diamankan ada kendaraan, mobil, motor, dan juga barang bukti dalam bentuk uang tunai, valas ada USD dan SGD, dan juga ada dalam bentuk logam mulia emas,” ujarnya.
Budi mengatakan, OTT yang menjerat pejabat Imigrasi Jakarta Barat terkait dengan dugaan pemerasan izin Tenaga Kerja Asing (TKA).
KPK menyita 33 kendaraan dalam OTT pejabat Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Rinciannya, 15 unit motor, 11 sepeda, dan 7 unit mobil.
“Ada 7 mobil, kemudian ada 15 motor, dan juga 11 sepeda ya (terdiri dari) 6 sepeda MTB dan juga 4 Brompton,” kata Budi Prasetyo.
Budi mengatakan, tim KPK juga menyita logam mulia dalam bentuk emas dan uang tunai dalam mata uang asing.
“Untuk uang nanti kami akan pastikan lagi karena memang beberapa dalam bentuk valas dan juga ada yang di rekening,” ujarnya.
Total KPK mengamankan 17 orang dalam operasi senyap tersebut. Rinciannya, delapan merupakan penyelenggara negara dan PNS, dan sembilan orang merupakan swasta.
Dia bilang, KPK akan melakukan gelar perkara atau ekspose untuk menetapkan status hukum dari 17 orang yang diamankan.
“Jadi kita sama-sama tunggu nanti pihak-pihak siapa saja yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dari peristiwa tertangkap tangan ini,” ucap dia. (*/tribunmedan.com)