Iran Bombardir Bandara Kuwait dengan Drone dan Rudal sebagai Balasan Serangan AS
Ansari Hasyim June 04, 2026 01:03 AM

SERAMBINEWS.COM - Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke Kuwait setelah menuding wilayah negara itu digunakan Amerika Serikat sebagai landasan operasi untuk membombardir Teheran, Rabu (3/6/2026).

Pemerintah Kuwait melaporkan, serangan menghantam terminal di Bandara Internasional Kuwait, menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai puluhan lainnya.

Selain korban jiwa, serangan tersebut menyebabkan “kerusakan material yang signifikan” dan memicu kekhawatiran luas di kawasan Teluk.

Garda Revolusi Iran menyatakan serangan itu sebagai aksi balasan dan “pelajaran bagi Amerika Serikat”, menyusul rentetan rudal dan drone yang sebelumnya ditembakkan ke sasaran Iran dari wilayah Kuwait dan Bahrain. Teheran menegaskan, langkah tersebut dilakukan dalam rangka membela diri.

Militer Iran juga mengklaim telah merespons “dengan cara yang sama” terhadap lokasi-lokasi asal serangan yang menargetkan fasilitas dan kekuatan angkatan laut Iran.

Pernyataan ini konsisten dengan sikap Teheran sejak awal konflik: setiap serangan ke Iran akan dibalas dengan menghantam titik asalnya.

Baca juga: Drone Iran Hantam Kuwait, 1 Tewas! AS Balas Serang Pulau Qeshm! Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

Kementerian Luar Negeri Iran turut menyalahkan Kuwait dan Bahrain, dengan alasan kedua negara mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan di wilayah mereka untuk melakukan agresi terhadap Iran.

Menurut Teheran, izin tersebut menjadikan fasilitas AS di kedua negara sebagai target sah balasan.

Kekhawatiran Meluas di Negara-Negara GCC

Serangan ke Bandara Internasional Kuwait memicu alarm di seluruh negara Gulf Cooperation Council (GCC). Dari Doha, Qatar, analis menyebut ini sebagai serangkaian serangan paling intens yang terjadi dalam semalam, bahkan sejak gencatan senjata terakhir diberlakukan.

Data awal menyebut 13 rudal balistik dan 17 drone ditembakkan dari Iran ke Kuwait. Skala ini mengingatkan pada hari-hari awal perang pada Februari lalu, sehingga memicu kekhawatiran serius tidak hanya bagi Kuwait, tetapi juga seluruh negara Teluk.

Serangan terhadap bandara dinilai krusial karena berpotensi mengganggu keamanan penerbangan regional dan memaksa bandara serta maskapai di kawasan meningkatkan kewaspadaan selama 24 jam ke depan.

Saudi Kecam Keras

Arab Saudi mengutuk keras serangan Iran ke Bahrain dan Kuwait. Riyadh menyebutnya sebagai agresi mencolok dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan kedua negara, termasuk penargetan Bandara Internasional Kuwait.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah di platform X, Kementerian Luar Negeri Saudi menegaskan bahwa pelanggaran tersebut melemahkan upaya internasional untuk memulihkan keamanan dan stabilitas kawasan.

Saudi juga menyatakan solidaritas penuh kepada Bahrain dan Kuwait serta mendukung langkah apa pun yang diambil untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan stabilitas nasional mereka.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.