TRIBUN-MEDAN.com - Kunjungan larut malam seorang pemuda ke rumah pacarnya berubah menjadi kejadian tak terduga.
Hal ini lantaran warga desa dan anggota keluarga langsung mengatur pernikahan pasangan kekasih tersebut.
Kedua pasangan kekasih tersebut dilarang untuk menolak atau kabur dari pesta pernikahan mendadak tersebut.
Dilansir dari India Today, Rabu (3/6/2026) kejadian viral ini diketahui terjadi di distrik Garhwa, Jharkhand, India.
Menurut keterangan warga setempat, pasangan tersebut dilaporkan telah menjalin hubungan dalam waktu yang lama.
Tetapi keduanya tidak memiliki rencana pernikahan dalam waktu dekat.
Warga setempat tidak tahu alasan pasangan kekasih tersebut belum menikah.
Pada hari kejadian, mereka mengatakan pria itu tiba di rumah pacarnya pada malam hari untuk menemuinya.
Anggota keluarga dan penduduk desa menyadari kehadiran pria tersebut di rumah sang kekasih.
Mereka menyusun rencana untuk memergoki keduanya saat sedang bersama.
Beberapa jam setelah kunjungan pria tersebut, anggota keluarga dan penduduk desa menggerebek rumah wanita tersebut dan melihat keduanya sedang bersama.
Anggota keluarga pasangan kekasih tersebut mengaku malu dengan situasi tersebut.
Insiden tersebut memicu diskusi di antara kerabat dan penduduk desa, yang kemudian diikuti dengan diadakannya pertemuan komunitas untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Setelah musyawarah, kedua belah pihak keluarga dilaporkan setuju untuk meresmikan pernikahan.
Pasangan kekasih tersebut sempat menolak pernikahan tersebut, namun pihak keluarga menahan keduanya dan memaksa mereka untuk menikah.
Setelah pasangan tersebut menyatakan keinginan untuk menikah satu sama lain, akhirnya keluarga dan warga desa menyusun pesta pernikahan secara mendadak.
Pernikahan tersebut dilaksanakan pada pagi hari di hadapan warga desa dan anggota keluarga.
Video upacara tersebut, yang telah beredar secara lokal dan menjadi viral, diduga menunjukkan pasangan tersebut melakukan ritual pernikahan tradisional, bertukar karangan bunga, dan berpartisipasi dalam adat istiadat lainnya di depan warga.
Cuplikan lain dilaporkan menunjukkan pengantin wanita pergi bersama pengantin pria setelah upacara selama ritual vidaai tradisional , sementara penduduk desa dan kerabat berkumpul di sekitar pasangan tersebut.
Rangkaian peristiwa yang tidak biasa ini telah menjadi topik pembicaraan utama di daerah tersebut.
Penduduk setempat menggambarkannya sebagai masalah yang diselesaikan melalui pemahaman bersama dan konsensus sosial, bukan melalui intervensi polisi atau pengadilan.
(cr19/tribun-medan.com)