TRIBUNNEWS.COM, BOGOR – Presiden RI Prabowo Subianto kembali mengenang pengalamannya empat kali mengalami kekalahan dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres).
Ia menyebut perjalanan politiknya sebagai proses panjang yang membentuk ketahanan dan mental pantang menyerah.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam acara Konsolidasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).
Dalam forum tersebut, Prabowo menceritakan kembali pengalaman panjangnya mengikuti kontestasi politik nasional, termasuk momen saat ia harus menerima kekalahan di empat dari lima kali pencalonan Pilpres.
Ia mengaku pengalaman tersebut tidak mudah secara emosional, namun menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya di dunia politik.
“Alhamdulillah saya pernah kampanye lima kali. Loh kenapa belum apa-apa kalian sudah ketawa? Lima kali, saya kalah empat kali,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa kekalahan dalam politik bukan hal ringan untuk diterima. Namun, menurutnya, rasa tanggung jawab terhadap bangsa membuatnya tidak memilih berhenti.
“Kalah itu sedih tahu enggak? Sedih. Kalah sedih, tapi bukan kalahnya. Kalah tapi karena tugas suci untuk bangsa dan negara belum selesai, kita tidak menyerah kepada kekalahan,” ucapnya.
Pernyataan itu disambut perhatian para peserta forum yang hadir dalam konsolidasi nasional tersebut.
Baca juga: Megawati Bakal Terima Penghargaan Tertinggi Timor Leste atas Peran Rekonsiliasi
Lebih jauh, Prabowo menekankan pentingnya mentalitas bangkit dari kegagalan dalam menghadapi tantangan besar.
Ia menyebut proses jatuh dan bangkit sebagai bagian dari perjalanan menuju keberhasilan.
“Jatuh, bangun lagi. Jatuh, bangun lagi. Jatuh lagi, bangun lagi. Kita yang penting bangkit lagi dan meneruskan pekerjaan,” tegasnya.
Pengakuan Prabowo mengenai empat kali kekalahan Pilpres bukan pertama kali ia sampaikan. Ia kerap mengulang kisah tersebut dalam berbagai forum sebagai refleksi perjalanan politiknya.
Dalam kesempatan kali ini, kisah tersebut kembali mencuat di tengah acara yang membahas program strategis nasional MBG yang menargetkan jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Baca juga: Emrus Kritik Teddy Bandingkan Kunjungan Luar Negeri SBY dan Prabowo saat Jawab Dino Patti Djalal