Marc Cucurella, yang sempat menjadi mimpi buruk bagi tim nasional Jerman (DFB) pada Piala Eropa 2024 di Jerman, dikabarkan berada di ambang kepindahan besar yang mengejutkan.
Menurut laporan The Athletic, Cucurella ingin meninggalkan Chelsea pada musim panas ini. Klub berjuluk The Blues itu disebut siap melepas bek kiri asal Spanyol tersebut apabila menerima tawaran yang sesuai.
Masih menurut The Athletic, sejumlah klub papan atas sudah mulai menunjukkan minat terhadap Cucurella. FC Barcelona tengah memantau situasi pemain timnas Spanyol itu dengan cermat, dan direktur olahraga mereka, Deco, disebut telah menghubungi agen sang pemain. Baik Deco maupun pelatih kepala Hansi Flick dikabarkan menaruh penilaian tinggi terhadap pemain berusia 27 tahun itu.
Menariknya, kepindahan ini akan menghadirkan ironi tersendiri: Cucurella bisa saja segera bekerja di bawah pelatih asal Jerman di Barcelona, mengingat reputasi Flick sebagai ahli taktik yang disiplin. Dalam laga perempat final melawan Jerman, Cucurella sempat melakukan handball di area penalti saat skor imbang 1-1, namun insiden tersebut tidak berbuah penalti. Spanyol kemudian mencetak gol kemenangan menjelang akhir perpanjangan waktu dan menyingkirkan tuan rumah dari turnamen.
Bagi Cucurella, kembali ke Barcelona juga akan memiliki makna pribadi yang besar. Ia lahir di Catalonia dan bergabung dengan akademi muda Barça pada usia 14 tahun. Namun, ia gagal menembus tim utama dan hanya tampil sekali di level senior. Setelah itu, ia sempat dipinjamkan dua kali: pertama ke Eibar pada musim 2018/19, lalu ke Getafe pada musim 2019/20, sebelum akhirnya dijual secara permanen ke Getafe pada musim panas 2020 dengan biaya transfer sekitar 12 juta euro. Setahun kemudian, ia pindah ke Brighton & Hove Albion di Liga Premier, dan pada tahun 2022 Chelsea membayar rekor klub sebesar €65,3 juta untuk membawanya ke London.
Marc Cucurella dikabarkan tidak bahagia di Chelsea. Apakah The Blues menuntut biaya transfer minimal €70 juta?
Setelah empat tahun di Stamford Bridge, Cucurella dilaporkan semakin tidak puas, menurut The Athletic. Salah satu penyebab utamanya adalah strategi transfer Chelsea yang terlalu bergantung pada pemain muda. “Kurangnya pengalaman menjadi masalah. Bagi banyak pemain, itu adalah pertandingan pertama mereka di level sebesar ini – dan kami harus menanggung akibatnya,” ujar pemain asal Spanyol itu kepada The Athletic pada Maret lalu setelah Chelsea tersingkir dari babak 16 besar Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (2-5 dan 0-3). “Saya memahami bahwa ini adalah kebijakan klub. Namun bagi siapa pun yang ingin memenangkan trofi besar, momen seperti ini sangat mengecewakan. Merekrut hanya pemain muda akan menyulitkan tujuan tersebut.”
Selain itu, ia menilai klub melakukan kesalahan dengan terlalu cepat memecat Enzo Maresca di awal tahun. Di bawah pelatih asal Italia itu, Chelsea setidaknya berhasil menjuarai Piala Dunia Antarklub. Namun, penggantinya, Liam Rosenior—yang kemudian juga meninggalkan klub pada April setelah masa singkat—gagal memperbaiki performa tim. Chelsea akhirnya menutup musim di posisi ke-10 Liga Premier dan gagal lolos ke kompetisi Eropa, faktor lain yang turut menambah ketidakpuasan Cucurella.
Meskipun begitu, Chelsea tampak tenang. Cucurella masih terikat kontrak hingga 2029, sehingga klub memiliki posisi kuat untuk menetapkan harga tinggi. Laporan menyebut The Blues akan menuntut setidaknya €70 juta apabila sang pemain benar-benar ingin pergi.
Namun, kepindahan Marc Cucurella ke Barcelona akan bergantung pada kemampuan klub Catalan tersebut untuk menjual pemain terlebih dahulu.
Pelatih baru Chelsea, Xabi Alonso, dikabarkan telah beberapa kali menghubungi Cucurella dalam beberapa pekan terakhir. Mantan pelatih Bayer Leverkusen itu ingin memasukkan rekan senegaranya tersebut dalam skuad masa depannya, namun menurut The Athletic, ia juga menyadari bahwa sang bek ingin hengkang.
Langkah Barcelona untuk merekrut kembali Cucurella akan tergantung pada apakah mereka lebih dulu menjual seorang bek tengah, yang bisa membuka ruang finansial untuk mendatangkan mantan pemain akademi mereka itu. Untuk saat ini, situasinya masih belum pasti.
Alejandro Balde, yang performanya menurun, disebut tidak akan menghalangi kepergian dirinya jika memilih hengkang. Jules Koundé juga bisa saja dilepas, meskipun pemenang Piala Dunia asal Prancis itu baru-baru ini menegaskan bahwa ia masih ingin bertahan di klub. Joao Cancelo, yang dipinjam dari Al-Hilal selama enam bulan terakhir, diperkirakan akan direkrut secara permanen jika memungkinkan.
Namun, meski demikian, Barcelona tetap harus bersaing ketat. Menurut The Athletic, Atlético Madrid juga menjadi kandidat utama untuk mendapatkan tanda tangan pemain bertahan berkaki kiri tersebut. Bagi Los Colchoneros, yang sedang mencari bek kiri baru musim panas ini, Cucurella berada di posisi teratas dalam daftar incaran mereka dan pembicaraan awal kabarnya sudah dilakukan. Berbeda dengan Barça, Atlético tidak perlu menjual pemain terlebih dahulu untuk bisa mengajukan tawaran serius.
Real Madrid juga disebut-sebut memiliki ketertarikan, sementara Manchester City melengkapi daftar klub besar yang berminat. Seperti diketahui, mantan pelatih Chelsea, Enzo Maresca, diperkirakan akan menggantikan Pep Guardiola di City, yang bisa memperkuat hubungan antara klub Manchester tersebut dan Cucurella.
Sebelum masa depannya di level klub diputuskan, Marc Cucurella kini fokus pada Piala Dunia, di mana Spanyol—sebagai juara Eropa—menjadi salah satu favorit juara. Ia telah mencatatkan 23 penampilan bersama tim nasional dan menjadi pemain reguler di Piala Eropa dua tahun lalu. Cucurella kemungkinan akan berperan penting dalam skuad Spanyol di Piala Dunia yang akan dimulai pada 11 Juni. Dalam persiapan turnamen itu, ia menyebut Ekuador—lawan Jerman di fase grup—sebagai kuda hitam untuk gelar juara. Spanyol sendiri akan menghadapi Uruguay, Arab Saudi, dan Tanjung Verde di babak grup.
Statistik Marc Cucurella bersama Chelsea FC:
Pertandingan: 163
Gol: 9
Assist: 13