Piala Dunia FIFA 2026 Maroko: Maroko telah menjadi salah satu kisah sukses terbesar dalam dunia sepak bola. Negara yang sebelumnya kesulitan untuk lolos ke turnamen besar ini kini dianggap sebagai salah satu kandidat kuat di Piala Dunia.
Kebangkitan Maroko tidak terjadi secara tiba-tiba. Hal itu merupakan hasil dari perencanaan panjang, investasi besar, dan pengembangan sistematis. Kini, Maroko termasuk di antara negara-negara sepak bola terkuat dan terus menghasilkan pemain berbakat di berbagai kelompok usia.
Salah satu langkah penting adalah pembangunan fasilitas sepak bola di seluruh wilayah Maroko. Lapangan komunitas dibangun agar permainan ini semakin mudah diakses. Negara tersebut juga menginvestasikan dana besar dalam pembangunan Akademi Sepak Bola Mohammed VI di dekat Rabat, yang kini menjadi salah satu pusat pelatihan paling modern di dunia sepak bola.
Akademi tersebut telah melahirkan sejumlah bintang yang kini memperkuat tim nasional, seperti Nayef Aguerd, Azzedine Ounahi, dan Youssef En-Nesyri.
Maroko juga mendapat keuntungan dari perubahan aturan kelayakan internasional. Perubahan tersebut memungkinkan mereka menarik pemain berbakat yang lahir di Eropa. Bintang seperti Hakim Ziyech dan Brahim Díaz memilih untuk membela Maroko.
Tambahan menarik lainnya adalah Ayyoub Bouaddi, gelandang muda yang dianggap sebagai salah satu prospek paling menjanjikan di sepak bola Eropa dan diharapkan berperan penting dalam masa depan tim nasional Maroko.
Tim ini juga sempat terlibat dalam kontroversi seputar final Piala Afrika (AFCON) 2025 yang berujung pada pengunduran diri pelatih Walid Regragui. Posisi tersebut kemudian diambil alih oleh Mohamed Ouahbi, yang sebelumnya membawa tim muda Maroko meraih kesuksesan di tingkat internasional.
Ouahbi dikenal dengan gaya bermain menyerang yang menarik perhatian sekaligus menimbulkan perdebatan. Ia membantu Maroko mencapai semifinal Piala Dunia 2022, namun efektivitas pendekatan barunya di panggung terbesar dunia masih menjadi tanda tanya.
Tim Maroko tetap memiliki banyak talenta. Brahim Díaz memimpin skuad yang dipenuhi kualitas teknis dan ancaman ofensif. Ekspektasi kembali tinggi menjelang Piala Dunia 2026.
Skuad Maroko diperkirakan akan tampil berbeda di bawah pelatih baru Mohamed Ouahbi pada Piala Dunia 2026. Formasi yang kemungkinan digunakan adalah 4-3-3, dengan pengalaman dan kreativitas menyerang sebagai fondasi utama tim.
Prediksi XI Maroko: Bounou, Hakimi, Aguerd, Masina, Mazraoui; Amrabat, El Khannouss, El Aynaoui; Díaz, Ezzalzouli, El Kaabi.
Yassine Bounou tetap menjadi penjaga gawang utama berkat pengalaman dan kepemimpinannya yang krusial bagi tim. Lini pertahanan akan dipimpin oleh Achraf Hakimi dan Nayef Aguerd. Hakimi mungkin merupakan pemain paling penting bagi Maroko, sementara Aguerd memberikan kestabilan di jantung pertahanan.
Lini tengah akan diisi kombinasi pemain berpengalaman dan muda. Sofyan Amrabat berperan sebagai pelindung pertahanan, sedangkan Bilal El Khannouss dan Neil El Aynaoui menambah kreativitas serta energi di lini tengah. Di lini depan, Brahim Díaz diharapkan menjadi kreator utama, Abde Ezzalzouli menghadirkan kecepatan serta pergerakan langsung ke pertahanan lawan, dan Ayoub El Kaabi kemungkinan besar menjadi penyerang tengah utama.
Beberapa pemain muda juga berpotensi tampil menonjol. Ismael Saibari, Bilal El Khannouss, dan Chemsdine Talbi diperkirakan akan mendapatkan kesempatan selama turnamen.
Maroko datang dengan performa impresif. Tim utama mereka tidak terkalahkan selama lebih dari dua tahun. Catatan itu, ditambah dengan kedalaman skuad, membuat banyak pihak menilai Singa Atlas sebagai salah satu tim non-Eropa dan non-Amerika Selatan paling berbahaya di turnamen ini.
Maroko memasuki Piala Dunia FIFA 2026 dengan ekspektasi tinggi. Keberhasilan mencapai semifinal pada 2022 membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dunia. Namun kali ini, mereka menghadapi grup yang sangat sulit dan harus tampil kuat sejak pertandingan pembuka.
Singa Atlas tergabung di Grup C bersama Brasil, Skotlandia, dan Haiti—salah satu grup tersulit di turnamen.
Maroko akan memulai kampanye mereka melawan tim nasional Brasil pada 13 Juni di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey. Brasil merupakan salah satu favorit juara, menjadikan laga pembuka ini ujian besar.
Pertandingan kedua mereka akan berlangsung melawan tim nasional Skotlandia pada 19 Juni di Stadion Gillette, Foxborough, Massachusetts. Skotlandia kembali ke Piala Dunia setelah absen panjang dan bertekad memberikan kejutan.
Maroko akan menutup fase grup dengan menghadapi tim nasional Haiti pada 24 Juni di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Georgia. Haiti kembali ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1974.
Pemain kunci bagi Maroko termasuk Ayyoub Bouaddi dan Marouane Saadane. Tim kini dipimpin oleh pelatih Mohamed Ouahbi setelah kepergian Walid Regragui.
Maroko kemungkinan harus finis di dua besar klasemen grup untuk memastikan tempat di babak gugur. Pertandingan melawan Brasil bisa menjadi penentu posisi puncak grup, sementara laga kontra Skotlandia akan sangat penting dalam perebutan tiket kelolosan.
J. Mohamed Ouahbi menjabat sebagai pelatih kepala Maroko setelah menggantikan Walid Regragui.
J. Maroko diperkirakan akan bermain dengan formasi 4-3-3 di bawah arahan Mohamed Ouahbi.
J. Achraf Hakimi, Brahim Díaz, Yassine Bounou, Nayef Aguerd, dan Sofyan Amrabat.
J. Maroko berada di Grup C bersama Brasil, Skotlandia, dan Haiti.
J. Maroko memiliki skuad penuh talenta dan berhasil mencapai semifinal Piala Dunia FIFA 2022.