Playmaker Como, Nico Paz, terancam gagal tampil di Piala Dunia 2026 bersama tim nasional Argentina akibat cedera yang belum kunjung pulih.
Pemain muda berusia 21 tahun itu sejatinya sudah masuk dalam daftar skuad resmi yang disusun oleh pelatih Lionel Scaloni untuk ajang akbar tersebut. Namun, kondisinya saat ini menimbulkan kekhawatiran di kubu Albiceleste karena cedera lutut kirinya belum menunjukkan tanda-tanda pulih sepenuhnya.
Cedera itu membuat Paz absen dalam dua laga terakhir Como di Liga Italia. Federasi Sepak Bola Argentina bahkan telah mengirim tim medis untuk memantau kondisinya secara langsung di Como dan mendampinginya dalam persiapan menuju Amerika Serikat, tempat berlangsungnya turnamen.
Kendati demikian, rasa nyeri pada lututnya belum juga hilang. Cedera yang dialaminya diketahui lebih berkaitan dengan masalah pada tempurung lutut ketimbang ligamen. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa pemain jebolan akademi Real Madrid tersebut tidak akan pulih tepat waktu, sementara kick-off Piala Dunia tinggal sepekan lagi.
Argentina dijadwalkan melakoni laga perdana fase grup melawan Aljazair pada 16 Juni 2026, yang berarti hanya tersisa kurang dari dua minggu untuk memastikan kondisi para pemainnya. Situasi ini membuat Scaloni harus menyiapkan alternatif lain jika Paz gagal tampil di turnamen tersebut.
Paz sendiri melalui unggahan di media sosial sempat menyebutkan bahwa proses pemulihannya berjalan positif. “Hari-hari terakhir masa pemulihan. Sangat tidak sabar untuk segera memulai,” tulisnya di Instagram Story pada Kamis (4/6/2026) dini hari WIB.
Meski begitu, laporan dari media Argentina, TyC Sports, menyebutkan bahwa Scaloni telah menyiapkan satu pemain pengganti jika Paz harus dicoret dari skuad. Sosok tersebut adalah Emiliano Buendia, gelandang serang Aston Villa yang baru saja membawa klubnya menjuarai Liga Europa musim lalu.
Buendia, yang kini berusia 29 tahun, sebelumnya masuk dalam daftar sementara berisi 55 pemain pada 11 Mei 2026, sebelum akhirnya tersisih ketika daftar itu dipangkas menjadi 26 pemain pada 28 Mei 2026. Kini, pemain yang dikenal sebagai pengagum Lionel Messi itu kembali memiliki peluang untuk bergabung dengan tim nasional Argentina apabila Paz tidak cukup fit untuk bermain.
Scaloni dikabarkan telah meminta Buendia untuk tetap dalam kondisi siap tempur. Berdasarkan regulasi FIFA, setiap tim masih diperbolehkan melakukan pergantian pemain hingga 24 jam sebelum laga pertama Piala Dunia dimulai apabila ada pemain non-kiper yang mengalami cedera.
Menurut laporan TyC Sports pada Rabu (3/6/2026), “Emiliano Buendia menerima panggilan dari tim nasional beberapa jam terakhir ini. Ia diminta untuk tidak mengambil cuti dan terus berlatih dalam beberapa hari ke depan sebagai langkah antisipasi jika ada pemain yang mundur karena cedera di antara 26 pemain yang sudah dipanggil.”
Kehilangan Nico Paz tentu menjadi kerugian besar bagi Argentina karena ia merupakan salah satu pemain kreatif yang bisa menjadi pendamping atau pelapis bagi sang kapten, Lionel Messi. Namun, Buendia juga memiliki kualitas mumpuni untuk mengisi peran tersebut.
Lulusan akademi Real Madrid yang memulai karier profesionalnya bersama Getafe itu mencatatkan 11 gol dan 9 assist dalam 54 pertandingan bersama Aston Villa musim lalu. Kontribusinya sangat penting dalam mengantarkan The Villans finis di papan atas Liga Inggris sekaligus meraih gelar Liga Europa.
Selain performa impresifnya, Buendia juga memiliki motivasi besar untuk kembali memperkuat tim nasional, terutama demi kesempatan bermain bersama idolanya, Messi. Ia baru mencatatkan dua penampilan bersama timnas Argentina, dan mengakui bahwa Messi memiliki peran penting dalam keputusannya memilih Argentina ketimbang Spanyol, negara tempatnya tumbuh sejak usia 12 tahun.
“Dia pernah berkata kepadaku, ‘Aku tahu kamu bermain untuk tim junior Spanyol. Apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu akan bermain untuk Argentina?’” tutur Buendia mengenang percakapannya dengan Messi, seperti dikutip dari Birmingham Mail. “Tentu saja aku menjawab, ‘Aku ingin bermain untuk Argentina. Aku ingin bermain bersama mereka dan bersamamu.’”
“Dia adalah idola saya, dan bagi saya, dia merupakan pemain terbaik sepanjang masa,” ucap Buendia sambil mengingat momen pertemuan pertama mereka saat pertandingan Barcelona melawan Getafe pada tahun 2015.