Saran Ahli Bandara Husein Sastranegara Fokus Layani Rute Luar Jawa
GH News June 04, 2026 07:09 AM
Jakarta -

Bandara Husein Sastranegara di Bandung kini jadi perbincangan setelah Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan mereaktivasi bandara yang berada di tengah kota Bandung itu.

Sejak 2023 aktivitas penerbangan berjadwal resmi dipindahkan dari Bandara Husein ke Bandara Internasional Kertajati di Majalengka. Dan kini bandara di Kota Bandung itu akan diaktifkan kembali.

Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno, berpandangan bahwa Bandara Husein Sastranegara sangat memungkinkan untuk direaktivasi. Tapi dengan catatan, penerbangan dari bandara tersebut sebaiknya difokuskan untuk rute luar Pulau Jawa.

Djoko mengatakan langkah tersebut dapat menjadi solusi jangka pendek untuk mendorong perekonomian dan pariwisata Bandung tanpa mengganggu pengembangan Bandara Kertajati sebagai bandara utama di Jawa Barat.

"Seandainya mau reaktivasi, nanti penerbangannya jangan untuk rute di dalam Jawa. Ke luar Jawa saja. Kalau rute dalam Jawa sekarang tiketnya mahal, orang cenderung naik kereta atau jalan tol, jadi arahkan ke luar Jawa, umpamanya Bandung-Medan atau ke Malaysia," kata Djoko saat dihubungi detikTravel, Selasa (2/6/2026).

Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu menyebut penerbangan antarkota di Pulau Jawa kini kurang kompetitif karena masyarakat memiliki banyak pilihan transportasi lain seperti kereta api dan jalan tol. Sebaliknya, rute luar Jawa dan internasional dinilai masih memiliki potensi pasar yang besar.

Kendati begitu, ia mengingatkan Bandara Husein memiliki sejumlah keterbatasan. Selain berada di kawasan perkotaan yang terus berkembang, landasan pacu bandara tersebut tidak lagi memungkinkan untuk diperpanjang.

Calon penumpang berjalan menuju pesawat di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/3/2026). Data dari PT Angkasa Pura II mencatat, pada H-3 Idul Fitri 1447 H, sebanyak 148 penumpang dari tiga penerbangan di Bandara Huseinsastranegara meninggalkan Kota Bandung. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.Bandara Husein Sastranegara di Bandung. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

"Intinya, runway Bandung tidak bisa diperpanjang lagi, sudah mentok di 2.600 meter," tegas Djoko.

Oleh karenanya, ia menilai reaktivasi Bandara Husein tidak boleh menghambat upaya pengembangan Kertajati. Pemerintah tetap perlu mendorong perpindahan penerbangan secara bertahap ke bandara yang berada di Majalengka tersebut.

Fasilitas Masih Layak, Hanya Perlu Perbaikan Akses

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (LANUD) Husein Sastranegara, Irman Fathurrahman, mengatakan fasilitas di bandara tersebut tidak ada kendala berarti. Hanya perlu adanya perbaikan tata kota dan akses menuju bandara.

"Mudah-mudahan jalan menuju pangkalan maupun ke bandara bisa segera diperbaiki. Termasuk akses dari jalan Tol Pasteur hingga masuk ke kawasan bandara," jawab Irman dikutip dari detikJabar.

Senada dengan perhatian tersebut. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengusulkan akses baru dari Exit Tol Pasteur menuju kawasan PTDI. Hal ini ia rasa sebagai cara untuk mempermudah akses ke bandara ketika reaktivasi Bandara Husein itu terealisasi.

"Jadi jalan arah keluar tol melalui PTDI langsung ke bandara. Pokoknya mah yang dari Pasteur tuh sebelum gerbang tol, belok kiri, itu kan melalui kompleks TNI AU, itu akan dibuat jalan pas ke situ sehingga nanti aksesnya bisa lebih mudah," papar Farhan.

"Hal itu nanti akan menjadi bagian dari upaya kita untuk memastikan bahwa traffic keluar-masuk Bandara Husein akan lebih baik dan sebelumnya," lanjutnya.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.