Jelang Galungan, Kebutuhan Telur Itik Melonjak, Gianyar Bali Datangkan Pasokan Luar Daerah
Putu Dewi Adi Damayanthi June 04, 2026 02:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Menjelang Hari Raya Galungan, telur itik menjadi salah satu komoditas yang paling dicari masyarakat Bali. 

Bukan untuk konsumsi semata, telur itik memiliki peran penting dalam berbagai sarana upakara yang digunakan umat Hindu saat melaksanakan rangkaian persembahyangan.

Meningkatnya aktivitas keagamaan membuat kebutuhan telur itik di Kabupaten Gianyar melonjak tajam. 

Sayangnya, produksi lokal belum mampu mengimbangi tingginya permintaan tersebut, sehingga pasokan tambahan masih harus didatangkan dari luar daerah.

Baca juga: Nilai Tukar Dolar Naik dan Galungan, Disperindag Denpasar Lakukan Monitoring Harga Bahan Pokok

Data Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Gianyar, Kamis 4 Juni 2026, mencatat populasi itik di kabupaten ini mencapai sekitar 45 ribu ekor. 

Sentra peternakan terbesar berada di Kecamatan Blahbatuh dengan lebih dari 16 ribu ekor, disusul Kecamatan Payangan sekitar 12 ribu ekor, dan Kecamatan Gianyar sekitar 6.500 ekor.

Dari populasi tersebut, produksi telur itik Gianyar rata-rata mencapai 23 ton per bulan. Namun menjelang Galungan dan saat pelaksanaan upacara keagamaan meningkat, kebutuhan masyarakat bisa menembus angka 30 ton per bulan.

Plt. Kabid Kesehatan Hewan Distannak Gianyar, Anak Agung Parwata, mengungkapkan bahwa pada kondisi normal produksi peternak lokal masih mampu memenuhi kebutuhan pasar. 

Namun saat memasuki musim hari raya, permintaan mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

“Ketika intensitas upakara meningkat, kebutuhan telur itik ikut naik. Karena itu pasokan tambahan harus didatangkan dari luar Gianyar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Kekurangan pasokan selama ini ditutupi dari sentra peternakan itik di Desa Takmung, Kabupaten Klungkung. 

Daerah tersebut menjadi salah satu pemasok utama telur itik ke Gianyar saat permintaan pasar meningkat.

Selain menjadi kebutuhan ritual, tingginya permintaan juga berdampak pada harga jual. 

Saat ini telur itik dipasarkan pada kisaran Rp 2.500 hingga Rp 2.800 per butir, lebih tinggi dibanding telur ayam yang rata-rata setara Rp1.800 per butir.

Meski demikian, masyarakat tetap memilih telur itik karena memiliki nilai khusus dalam tradisi dan pelaksanaan upacara keagamaan Hindu. Tidak heran jika menjelang Galungan, telur itik menjadi komoditas yang paling diburu dan selalu mengalami peningkatan permintaan.

Bagi peternak, momentum ini menjadi berkah tersendiri. 

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, peluang usaha peternakan itik semakin terbuka lebar. 

Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi sinyal bahwa Gianyar masih perlu meningkatkan kapasitas produksi agar tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah saat musim hari raya tiba. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.