JPO Paledang Bogor Dibongkar Juni Ini, Pemkot Masih Pakai Zebra Cross Ketimbang Pelican Crossing
Tsaniyah Faidah June 04, 2026 03:07 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pelican Crossing atau fasilitas penyeberangan jalan untuk pejalan kaki yang dilengkapi dengan lampu lalu lintas dan tombol pengontrol belum tentu menjadi opsi pengganti JPO Paledang Bogor.

JPO Paledang Bogor sendiri akan dibongkar dengan anggaran APBD 2026 sebesar 342 juta dan pembongkaran dilakukan pada bulan ini atau Juni.

"Sejauh ini sepertinya belum menjadi opsi untuk pengganti JPO Paledang," kata Kepala Bidang Angkutan Kota pada Dishub Kota Bogor Dody Wahyudin kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (4/6/2026).

Dody melanjutkan, pelican crossing juga belum cocok diterapkan di kawasan Paledang.

Menurutnya, pelican crossing cocok diterapkan di jalan yang arus lalu lintasnya ramai.

"Hitungan kecepatan juga menjadi pertimbangan pelican. Minimalnya itu di 30 km/jam baru bisa diterapkan. Kalau di Paledang kita lihat itu kendaraannya tidak begitu cepat," ujarnya.

Dari hasil pantauannya dilapangan, kawasan Paledang ini hanya ramai di jam-jam sibuk saja.

Kecepatan kendaraan juga tidak mencapai 30 km/jam.

Opsi yang paling memungkinkan untuk menggantikan JPO Paledang Bogor ini adalah zebra cross.

Zebra Cross di Paledang ini memang sudah ada dan saat ini juga sering digunakan oleh warga untuk menyeberang.

"Tinggal kesadaran masyarakat dan pemotornya. Kalau saat ada yang menyeberang di Zebra Cross, pengendara ya harus pelan. Jadi, sama saja," ujarnya.

Pembongkaran ditargetkan dimulai pada tengah bulan Juni atau paling lambat di akhir bulan.

Pembongkaran akan dilakukan diluar jam sibuk atau malam hari agar arus lalu lintas di kawasan Paledang tidak mengalami kemacetan.

Untuk pelaksanaannya, keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama.

Oleh karena itu, sambung Dody, akan dilakukan pengaturan lalu lintas, pemasangan pengamanan area kerja, serta penempatan petugas selama proses pembongkaran berlangsung.

Metode pembongkaran dilakukan secara bertahap dari bagian atas ke bawah guna meminimalkan risiko terhadap lingkungan sekitar dan pengguna jalan.

"Pekerjaan juga direncanakan tidak dilaksanakan pada jam-jam sibuk atau di kerjakan pada malam hari guna mengurangi dampak kemacetan," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.