TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mantan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, memberikan komentar mengenai proses hukum yang menjerat mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim.
Komentar itu disampaikan Ganjar saat seorang pelajar melontarkan pertanyaan pada sesi tanya jawab dalam acara Sarasehan Pancasila di SMA BOPKRI 1 (BOSA) Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).
Kala itu, seorang pelajar perempuan meminta Ganjar Pranowo menanggapi proses hukum yang saat ini dijalani Nadiem Makarim.
Ganjar pun sempat terkejut, lalu mulai memberikan pernyataan di hadapan ratusan pelajar yang memenuhi Hall Basket Indoor SMA BOSA Yogyakarta siang itu.
Menurut Ganjar, ketika terdapat indikasi hukum pada seseorang, maka proses penegakan harus dijalankan sesuai aturan dan bukan atas kepentingan apapun.
“Jadi, ketika indikasi hukum ada, penegakan hukum tidak boleh ada embel-embel atas kepentingan apapun,” tegas Ganjar.
Baca juga: Ganjar Pranowo Ajak Siswa SMA BOSA Yogyakarta Persiapkan Pengetahuan Hadapi Tantangan Global
Ganjar mengisyaratan adanya dugaan kriminalisasi terhadap eks Mendikbud Nadiem Makarim.
Dia juga mempertanyakan apakah pihak-pihak yang mengaku memberi uang kepada Nadiem Makarim juga akan terseret ke meja hijau.
"Pascapengadilan, apakah orang-orang yang mengaku memberikan uang itu apakah dia akan diadili? Kita lihat saja,” jelas Ganjar.
Ganjar menyampaikan dirinya mengenal betul latar belakang Nadiem Makarim, yang menurut keyakinannya kecil kemungkinan sosok Nadiem Makarim terjerat kasus korupsi.
“Bukan Saya membela, Saya tahu orangtuanya (Nadiem Makarim) yang sangat punya integritas, rasanya kecil kemungkinan (korupsi), tapi kita nggak ada yang tahu dib elakang ini, yang jelas jangan sampai ada kriminalisasi hukum,” tutup Ganjar. (*)