Penulis : Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Triyanto, S.H., M.Hum
TRIBUNSOLO.COM - Di sela-sela kegiatan saya sebagai pembicara internasional mengenai keragaman dan perdamaian di Meksiko pada 26–31 Mei 2026, saya berkesempatan mengamati secara langsung suasana Mexico City menjelang penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026.
Sebagaimana diketahui, Meksiko bersama Amerika Serikat dan Kanada ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2026.
Pertandingan pembuka (kick-off) akan berlangsung pada 11 Juni 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, dan akan mempertemukan tuan rumah Meksiko dengan Afrika Selatan.
Laga tersebut menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan masyarakat Meksiko sekaligus menandai dimulainya pesta sepak bola terbesar di dunia yang untuk pertama kalinya diikuti oleh 48 negara peserta.
Bagi masyarakat Indonesia yang belum pernah berkunjung ke Mexico City, kota ini dapat digambarkan sebagai sebuah megapolitan yang sangat besar dan padat, tidak jauh berbeda dengan Jakarta.
Dengan jumlah penduduk yang mencapai jutaan jiwa dan aktivitas ekonomi yang sangat tinggi, lalu lintas di berbagai ruas jalan utama tampak sangat ramai hampir sepanjang hari.
Gedung-gedung tinggi, kawasan bisnis, pusat wisata, dan permukiman padat berpadu menjadi wajah khas ibu kota Meksiko yang dinamis sekaligus penuh tantangan dari sisi mobilitas perkotaan.
Sekitar tiga minggu menjelang kick-off Piala Dunia 2026, Mexico City masih terus berbenah.
Berbagai proyek perbaikan jalan, fasilitas publik, sarana transportasi, hingga penataan kawasan sekitar lokasi pertandingan masih berlangsung.
Akibatnya, kemacetan lalu lintas di sejumlah titik menjadi semakin parah dibandingkan hari-hari biasa.
Perjalanan yang seharusnya dapat ditempuh dalam waktu singkat sering kali memerlukan waktu lebih lama karena adanya pengalihan arus kendaraan dan pekerjaan konstruksi yang masih berjalan.
Suasana kota menunjukkan bahwa pemerintah dan masyarakat sedang berpacu dengan waktu untuk menyambut kedatangan ribuan tamu internasional.
Salah satu fokus utama pembenahan adalah Stadion Azteca, stadion legendaris yang akan menjadi lokasi pertandingan pembuka Piala Dunia 2026. Saat saya mengunjungi kawasan sekitar stadion, sejumlah pekerjaan renovasi dan penyempurnaan fasilitas masih tampak berlangsung.
Pemerintah dan panitia penyelenggara terus bekerja untuk memastikan stadion yang memiliki sejarah panjang dalam dunia sepak bola tersebut siap menyambut penonton, media internasional, dan tamu dari berbagai negara.
Stadion ini memiliki nilai historis tersendiri karena pernah menjadi lokasi pertandingan Piala Dunia pada edisi sebelumnya dan kini kembali menjadi panggung utama sepak bola dunia.
Selain pembenahan infrastruktur, aspek keamanan juga menjadi perhatian serius pemerintah Meksiko.
Baca juga: Sambut Piala Dunia 2026, 48 Bendera Peserta Dipajang di Museum Titik Nol Pasoepati Solo
Selama berada di Mexico City, saya menjumpai kehadiran aparat kepolisian di berbagai sudut kota, mulai dari kawasan wisata, pusat transportasi, pusat perbelanjaan, hingga area yang terkait dengan penyelenggaraan pertandingan.
Kehadiran aparat yang cukup masif ini menunjukkan komitmen pemerintah Meksiko dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan.
Dengan kedatangan pengunjung dari berbagai negara, keamanan menjadi prioritas utama agar seluruh rangkaian kegiatan Piala Dunia dapat berlangsung lancar dan memberikan pengalaman positif bagi para tamu internasional.
Meski masih diwarnai berbagai pekerjaan pembangunan, antusiasme masyarakat Meksiko sebagai tuan rumah sangat terasa. Bendera, atribut sepak bola, dan berbagai bentuk promosi Piala Dunia mulai terlihat di sejumlah lokasi.
Nestor, seorang warga Mexico City yang saya temui, mengungkapkan bahwa pemerintah dinilai terlambat memulai berbagai proyek perbaikan kota.
Menurutnya, persiapan yang dilakukan terlalu dekat dengan waktu pelaksanaan menyebabkan berbagai pekerjaan konstruksi masih berlangsung hingga menjelang laga pembuka Piala Dunia 2026.
Akibatnya, kemacetan lalu lintas terjadi di banyak titik dan cukup mengganggu aktivitas warga sehari-hari. Namun demikian, ia tetap optimistis seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu.
Baca juga: Jelang Piala Dunia 2026, Toko Jersey di Solo Mulai Jual Seragam Negara Peserta
Pandangan lain disampaikan oleh Charli, warga Mexico City yang saya wawancarai.
Menurutnya, Meksiko sangat layak menjadi tuan rumah Piala Dunia karena memiliki tradisi sepak bola yang kuat dan dukungan publik yang luar biasa.
Ketika saya menanyakan peluang Meksiko menghadapi Afrika Selatan pada pertandingan pembuka nanti, Charli menjawab dengan penuh keyakinan bahwa Meksiko harus menang.
Ia menilai bermain di kandang sendiri merupakan keuntungan besar yang harus dimanfaatkan untuk mengawali turnamen dengan hasil positif.
Saat ditanya mengenai peluang Meksiko pada Piala Dunia 2026 secara keseluruhan, Charli menilai bahwa mencapai babak perempat final merupakan target yang realistis.
Menurutnya, tim nasional Meksiko saat ini memiliki banyak pemain berkualitas yang mampu bersaing dengan negara-negara kuat dunia.
Selain itu, dukungan puluhan ribu suporter di stadion dan jutaan pendukung di seluruh negeri diyakininya akan menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk tampil maksimal sepanjang turnamen.
Dari pengamatan singkat saya, Mexico City saat ini berada dalam fase transisi antara kesibukan kota megapolitan dan persiapan menyambut pesta olahraga terbesar di dunia.
Meski berbagai tantangan masih terlihat, terutama terkait kemacetan dan penyelesaian infrastruktur, semangat masyarakat untuk menyambut Piala Dunia 2026 sangat kuat.
Dunia akan segera menyaksikan bagaimana Meksiko, bersama Amerika Serikat dan Kanada, menyelenggarakan salah satu perhelatan olahraga terbesar dalam sejarah sepak bola modern.
Bagi warga Mexico City, Piala Dunia bukan sekadar turnamen sepak bola, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan keramahan, budaya, dan kebanggaan nasional mereka kepada dunia.
(*)