Jelang 30 Menit Pesawat Mendarat di Tanah Air, Jemaah Haji Asal Malang Meninggal
Januar June 04, 2026 05:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Nuraini Faiq


TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA -  Kepulangan jemaah haji Kloter 12 asal Kota Malang diwarnai duka mendalam. 

Dua jemaah dilaporkan meninggal dunia 30 menit sebelum tiba di tujuan, masing-masing di dalam pesawat menjelang mendarat di Bandara Juanda Surabaya dan di dalam bus saat perjalanan menuju Asrama Haji Sukolilo.

Korban diketahui sudah lansia. Sesuai KTP, jemaah laki-laki ini kelahiran 1956 atau sudah berusia 70 tahun. Suasana pun menjadi pilu.

Jemaah itu sudah ditemukan dalam keadaan lemas di dalam toilet pesawat. Petugas kesehatan yang mendapati kondisi tersebut langsung melakukan tindakan.

Apalagi yang bersangkutan tidak segera kembali ke kursi penumpang. Dengan dibantu jemaah yang lain, jemaah lansia itu sudah berusaha dibantu dengan alat pacu jantung.

Baca juga: Catat Tanggalnya, Jadwal Kepulangan 1.260 Jemaah Haji Jombang Juni 2026 dan Lokasi Penjemputan

Namun yang bersangkutan tidak tertolong. Diduga, jemaah ini terkena serangan jantung. Informasinya, selama di Tanah Suci yang bersangkutan juga sudah dirawat dengan penyakit yang sama.

Namun karena kondisi dirasa sudah stabil dan membaik, jemaah tersebut diperkenankan pulang. Hingga akhirnya nyawanya tak tertolong saat pejalanan pulang ke Tanah Air.

Kloter 12 asal Kota Malang itu mendarat di Bandara Internasional Juanda pukul 11.00. Tiga puluh menit menjelang pesawat landing ini, jemaah tersebut meninggal di pesawat.

Saat dicek detak jantungnya sudah tidak ada. Begitu mendarat, petugas langsung membawa jemaah yang meninggal itu dengan mobil ambulance khusus untuk dibawa ke kamar jenazah RSUD Haji Jatim.

Susul Meninggal di Bus

Sekitar 1,5 jam setelahnya, jemaah perempuan menyusul meninggal di dalam bus. Perjalanan dengan bus dari Bandara Juanda ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya juga diwarnai duka.

Seorang jemaah perempuan berusia sekitar 58 tahun asal Kota Malang juga didapati dalam keadaan tak bernyawa. Saat petugas mengecek, yang bersangkutan sudah tidak bernyawa.

Begitu rombongan bus tiba di lingkungan Asrama Haji Sukolilo, petugas langsung membawanya ke RSUD Haji Jatim yang bersebelahan dengan Asrama Haji.

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya Rosisi Roslan menuturkan bahwa semua jemaah yang bermasalah dalam kesehatannya mendapat penanganan semestinya.

"Kami ikut berbela sungkawa, dua jemaah meninggal setibanya di Tanah Air. Satu meninggal di pesawat dan satunya di bus menuju Asrama Haji," kata Rosidi juga juga Kepala Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya.

Dia bahkan mencatat sudah ada total jemaah haji baik sejak keberangakatan, proses ibadah haji, hingga pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya sudah ada 49 yang meninggal.

Mereka kebanyakan meninggal di Tanah Suci. Rosidi menyebut bahwa pemeriksaan kesehatan sudah berjalan baik. Apalagi sejak di daerah juga sudah diperiksakan kondisi kesehatan hingga dinyatakan Istithaah atau layak melakukan perjalan haji.

"Namun yang harus dicatat bahwa ibadah haji adalah ibadah menuntut kesiapan fisik. Bisa jadi saat hendak berangkat dinyatakan istithaah. Namun karena kelelahan, adaptasi iklim, dan suasana kebatinan memengaruhi kondisi jemaah," terang Rosidi.

Apalagi banyak jemaah yang juga memiliki riwayat penyakit hingga dinyatakan risiko tinggi. Sekitar 70 persen jemaah masih tergolong risti. Belum lagi banyak jemaah lansia. Kondisi ini memperparah kondisi jemaah. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.