Produk Unitlink Mendominasi Perolehan Premi Baru Prudential di 2025
Choirul Arifin June 04, 2026 05:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meraup pendapatan premi sebesar Rp21,1 triliun di 2025 dengan 72 persen diantaranya dikontribusi olehi Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau unitlink.

Sebagai perbandingan di 2024 total pendapatan premi yang diperoleh perseroan mencapai Rp20,8 triliun.

“Untuk produk tradisional ada peningkatan 16 persen secara tahunan. Kalau produk unitlink, saya rasa stabil,” kata Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi di konferensi pers Prudential Indonesia di Jakarta, Rabu (3/6/2026). 

Selain 72 persen pendapatan premi dari produk PAYDI, sebanyak 28 persen pendapatan premi lainnya dikontribusi oleh produk tradisional. Terjadi pergeseran komposisi portofolio premi di tahun ini dibanding sebelumnya. 

Kontribusi produk tradisional naik menjadi 28 persen di 2025 dari 25 persen pada 2024, sementara porsi PAYDI turun dari 75 persen menjadi 72 persen.

Adit menjelaskan perubahan komposisi tersebut didorong oleh preferensi nasabah serta bertambahnya pilihan produk tradisional yang dipasarkan perusahaan. 

Sebelumnya, perusahaan memperkenalkan lebih banyak produk tradisional, baik produk perlindungan maupun produk berbasis tabungan karena melihat ada peluang pertumbuhan baik pada produk tradisional maupun PAYDI. 

Kedua jenis produk tersebut menyasar segmen nasabah yang berbeda sehingga prospek pertumbuhannya akan sangat bergantung pada kebutuhan dan preferensi masyarakat.

Baca juga: Asuransi Astra Diversifikasi Bisnis Antisipasi Melemahnya Penjualan Polis

Dari sisi permodalan, Prudential Indonesia mencatat tingkat solvabilitas atau risk based capital (RBC) sebesar 466 persen di 2025 atau jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120 persen.

Selain itu, total aset Prudential Indonesia tercatat sebesar Rp 64,3 triliun pada 2025, meningkat 11 persen dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 58 triliun.

Baca juga: Aset Asuransi BUMN Ini Tumbuh 347 Persen, Ditopang Pengelolaan Dana Pensiun

Total aset investasi termasuk PAYDI mencapai Rp 54,5 triliun atau tumbuh 6 persen secara tahunan. Untuk memperluas penetrasi pasar, Prudential Indonesia berfokus memperkuat kanal distribusi keagenan yang masih menjadi kontributor utama bisnis perusahaan.

Selain itu, perusahaan juga melihat peluang pertumbuhan dari perluasan jangkauan ke kota-kota lapis kedua seiring masih rendahnya tingkat penetrasi asuransi di Indonesia.


Laporan Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Sumber: Kontan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.