- Politisi PDIP Guntur Romli menanggapi kasus yang menjerat mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.
Sebelumnya, Dadan bersama dua mantan Wakil Kepala BGN ditahan Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam video di akun Instagram-nya pada Rabu (3/6/2026), Guntur menyinggung pelesetan MBG yang viral di media sosial.
Pelesetan itu muncul karena kekhawatiran publik bahwa program MBG bisa menjadi ladang korupsi.
"Program MBG digadang-gadang sebagai program perbaikan gizi generasi bangsa meski selama ini sudah banyak yang memperingatkan bisa jadi ladang korupsi baru. Bahkan, sudah dikenal pelesetan kepanjangan MBG adalah 'Maling Berkedok Gizi'," ujar Guntur Romli.
Guntur kemudian menyoroti dugaan penyelewengan pada BGN, seperti pengadaan motor trail listrik hingga kaus kaki.
Menurutnya, jual beli titik SPPG yang diungkap Kejagung hanya puncak gunung es.
Oleh karena itu, Guntur meminta Kejagung membongkar semuanya tanpa tebang pilih.
"Ini bukan sekadar korupsi biasa, ini pengkhianatan terhadap program yang diklaim untuk rakyat kecil," sambungnya.
Kemudian pada Kamis (4/6/2026), ia secara khusus menyoroti nasib Dadan Hindayana.
Sosok tersebut diangkat sebagai Kepala BGN di akhir masa kepemimpinan Presiden Jokowi.
Kemudian dicopot jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto lalu ditangkap oleh Kejagung.
Guntur menyebut Dadan sebagai titipan karena tak punya keahlian gizi dan pengelolaan pangan, namun diminta untuk memimpin BGN.
Meski begitu, pemerintahan Presiden Prabowo menegaskan bahwa MBG tetap berlanjut.
# Guntur Romli # Dadan Hindayana # mbg # kepala bgn # pdip