Sebanyak 16 korban keracunan tersebut yang terdiri dari 14 siswa, satu guru dan satu penjaga sekolah SD di Kabupaten Kepahiang dilarikan ke UPT Puskesmas Kelobak Kepahiang akibat mengalami keracunan, pada Kamis (4/6/2026).
Keracunan tersebut diduga terjadi setelah mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD 18 Kepahiang.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa SD Negeri 18 Kepahiang kini menjadi fokus penyelidikan setelah 16 siswa mengalami dugaan keracunan massal.
Aparat kepolisian bersama pihak terkait telah mengamankan sampel makanan yang disajikan pada hari kejadian untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab para siswa mengalami mual, muntah, dan pusing.
Polisi mulai menyelidiki kasus dugaan keracunan massal yang dialami 16 siswa sekolah dasar di Kabupaten Kepahiang usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejumlah sampel makanan yang diduga menjadi penyebab para siswa mengalami keracunan telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.
Diketahui, sebanyak 16 korban keracunan tersebut yang terdiri dari 14 siswa, satu guru dan satu penjaga sekolah SD di Kabupaten Kepahiang dilarikan ke UPT Puskesmas Kelobak Kepahiang akibat mengalami keracunan, pada Kamis (4/6/2026).
Keracunan tersebut diduga terjadi setelah mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD 18 Kepahiang.
Atas kejadian tersebut Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda mengunjungi Puskesmas Kelobak untuk meninjau korban keracunan tersebut.
Selain itu Yuriko menyampaikan pihaknya juga telah melakukan penyidikan lebih dalam dengan mengambil sampel untuk diuji laboratorium.
"Iya pasti kita melakukan penyidikan lebih dalam. Kita sudah mengambil sampel makanan dan sudah dibawa ke laboratorium serta kita akan periksa hasil laboratoriumnya," kata Yuriko.
Salah satu orang tua korban keracunan bernama Risti mengungkapkan menu MBG yang dikonsumsi oleh anaknya sebelum dilarikan ke Puskesmas Kelobak Kepahiang.
"Keterangan anak saya menu makanan MBG yang dia (anak korban_red) makan itu ada nasi prekedel, telur, sayur kol dan jagung serta buah salak," ungkap Risti.
Dari menu tersebut Risti mengungkapkan makanan seperti prekedel yang dirasakan cukup masam oleh anaknya.
"Katanya makanan prekedelnya yang terasa asam," pungkas Risti.
Jumlah korban dugaan keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, bertambah pada Kamis (4/6/2026).
Sebelumnya, sejumlah pelajar SD di Kabupaten Kepahiang dilarikan ke UPT Puskesmas Kelobak Kepahiang akibat mengalami keracunan.
Baca juga: Siswa SD di Kepahiang Bengkulu Diduga Korban Keracunan MBG Bertambah, Dapur SPPG Terancam Disegel
Keracunan tersebut diduga terjadi setelah mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD 18 Kepahiang.
Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda mengatakan, jumlah korban dugaan keracunan tersebut mencapai 16 orang.
"Perlu kami sampaikan bahwa terjadi siswa, guru dan penjaga sekolah sekitar 16 orang terkontaminasi makanan MBG," ucap AKBP Yuriko Fernanda.
Atas kejadian tersebut, Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda mengunjungi Puskesmas Kelobak untuk meninjau korban keracunan tersebut.
Selain itu, ia bersama pihaknya juga mendatangi dan meninjau pihak sekolah untuk mencari sumber kontaminasi keracunan tersebut.
"Kemudian kita juga mendatangi pihak sekolah untuk melihat apakah terkontaminasi di dapur atau di sekolah," ungkap Yuriko.
Sementara itu, untuk SPPG tersebut menaungi lima sekolah dengan 1.700 penerima.
"Satu SPPG ini menaungi lima sekolah wilayah Kecamatan Kepahiang dengan 1.700 penerima," beber Yuriko.
Yuriko menyampaikan pihaknya juga telah melakukan penyidikan lebih dalam dengan mengambil sampel untuk diuji laboratorium.
"Iya pasti kita melakukan penyidikan lebih dalam. Kita sudah mengambil sampel makanan dan sudah dibawa ke laboratorium serta kita akan periksa hasil laboratoriumnya," kata Yuriko.
Hasil perkembangan uji laboratorium sampel tersebut nanti juga akan disampaikan ke publik.
"Untuk hasil uji sampelnya nanti kita sampaikan perkembangannya," ujar Yuriko.
Tindak lanjut ke depan, pihaknya juga masih menunggu hasil uji laboratorium.
"Kedepan kita koordinasi dengan MBGnya boleh atau tidak menyuplai makanan. Sementara penyegelan nanti kita lihat hasil laboratoriumnya dulu," pungkas Yuriko.
Keracunan tersebut diduga terjadi setelah mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD 18 Kepahiang.
Sehingga, usai mengalami keracunan tersebut, sejumlah siswa dilarikan ke UPT Puskesmas Kelobak Kepahiang sejak pukul 09.00 WIB.
Kepala UPT Puskesmas Kelobak Kepahiang, Rosdiana Sidabutar (51), menerangkan jumlah orang yang sudah masuk ke puskesmasnya.
"Kalau jumlah siswa yang sudah masuk ke puskesmas kita itu 13 orang satu orang penjaga," jelas Rosdiana.
Ia menerangkan bahwa empat pelajar sudah mulai membaik dan sisanya masih dalam penanganan pihaknya.
"Tujuh orang sudah membaik dan sudah di buka impus, karena pelayanan sudah dimaksimalkan," tegas Rosdiana.
Rosdiana mengungkapkan bahwa pihaknya masih menelusuri penyebab pasti keracunan pelajar.
"Belum diketahui, masih di telusuri," pungkas Rosdiana.