Balita 3 Tahun di Bantul Ditemukan Terikat dan Mulut Dilakban di Kontrakan, Lelah Mengurus Sendirian
Muliadi Gani June 04, 2026 05:54 PM

 

PROHABA.CO - Peristiwa memprihatinkan terjadi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Seorang balita berinisial ACB (3) ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta mulut dilakban di sebuah rumah kontrakan yang berada di Padukuhan Kedaton RT 07, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Bantul.

Kejadian tersebut terungkap setelah warga mendengar tangisan korban dari dalam kontrakan pada Senin (1/6/2026) malam.

Kondisi balita yang ditemukan dalam keadaan lemas itu sontak mengundang perhatian warga sekitar dan memicu keprihatinan.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa seorang tetangga bernama Abdul Baqir Zein pertama kali mendengar suara tangisan anak kecil dari dalam kontrakan sekitar pukul 20.00 WIB.

Saat itu, saksi sedang membakar sate di depan rumah kontrakan ketika mendengar suara tangisan yang berasal dari kamar yang ditempati korban bersama ibunya.

"Saksi sedang membakar sate di depan kontrakan dan mendengar suara tangisan anak kecil dari kamar kontrakan yang ditempati korban sekitar pukul 20.00 WIB," ujar Rita.

Sebelumnya, saksi sempat melihat ibu korban berinisial TKS (25) keluar masuk kontrakan sekitar pukul 18.00 WIB.

Karena curiga mendengar tangisan yang tidak kunjung berhenti, saksi kemudian menghubungi pemilik kontrakan Muhamad Astrianto Sofi W untuk memeriksa kondisi di dalam rumah.

Karena pintu kontrakan terkunci dari dalam, warga akhirnya membuka akses melalui jendela menggunakan linggis.

Saat berhasil masuk, mereka menemukan balita tersebut dalam kondisi memprihatinkan.

Polisi menyebut kedua tangan korban diikat menggunakan lakban bening.

Kakinya juga diikat menggunakan lakban dan selendang berwarna merah marun.

Selain itu, mulut korban turut dilakban sehingga membuatnya kesulitan berteriak meminta pertolongan.

Baca juga: Polisi Ungkap Motif Penganiayaan Balita di Daycare Banda Aceh, Tiga Pengasuh Jadi Tersangka

Ibu Mengaku Kelelahan Mengurus Anak

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengungkap bahwa tindakan tersebut dilakukan oleh ibu kandung korban.

Kepada penyidik, TKS mengaku nekat mengikat dan melakban anaknya karena merasa kelelahan setelah mengurus anak seorang diri dalam waktu yang cukup lama.

Ibu kandung korban nekat melakban anaknya karena ingin keluar sejenak untuk mencari hiburan dan melepas kelelahan yang selama ini dirasakan.

Menurut polisi, suami TKS bekerja di Jakarta dan hanya pulang ke Yogyakarta sekitar satu kali dalam sebulan.

Kondisi itu membuat TKS harus mengurus anak tanpa pendampingan suami dalam kesehariannya.

"Tindakan tersebut dilakukan karena pelaku mengaku sudah sangat lelah mengurus anak sendiri.

Sementara suaminya bekerja di Jakarta dan hanya pulang sekitar sebulan sekali," kata Rita.

Polisi menyebut pelaku mengaku tidak mempertimbangkan risiko yang mungkin dialami anaknya saat meninggalkan korban dalam kondisi terikat untuk keluar rumah.

Baca juga: Dipicu Persoalan Asmara, Pria di Merangin Jambi Diduga Dianiaya Oknum TNI

Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Meski kasus ini sempat menjadi perhatian publik, ayah kandung korban berinisial RF memilih untuk tidak melanjutkan persoalan tersebut ke jalur hukum.

Ia memutuskan memaafkan istrinya dan berkomitmen memperbaiki hubungan keluarga agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Menurut keterangan keluarga, tindakan yang dilakukan TKS dinilai sebagai dampak tekanan psikologis akibat kelelahan mengurus anak seorang diri serta minimnya dukungan dalam menjalani peran sebagai ibu.

Saat ini, korban diketahui berada dalam pengasuhan keluarga dari pihak ayah di wilayah Patuk guna memastikan kondisi fisik dan psikologisnya tetap terjaga.

Sementara itu, RF juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.

Ia menegaskan akan berdiskusi dengan istrinya terkait pola pengasuhan anak dan memilih menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.

"Suami selaku kepala rumah tangga dari Korban meminta agar kejadian tersebut diselesaikan secara kekeluargaan," kata Rita.

Polisi menyatakan terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap kondisi korban guna memastikan keselamatan serta kesejahteraan anak tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus tersebut.

Baca juga: Pria Asal Tangerang Meninggal dengan Kepala Terbungkus Lakban di Bandar Lampung

Baca juga: Miris! Balita 3,5 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandung di Sidoarjo

Baca juga: Balita 4 Tahun di Surabaya Jadi Korban Kekerasan, Tante dan Paman Ditangkap

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.