Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Suasana perpustakaan SD Al Kautsar Bandar Lampung di Jalan Soekarno-Hatta, Rajabasa, tampak berbeda. Sejumlah siswa terlihat serius berdiskusi dan mengerjakan soal-soal olimpiade sebagai persiapan menghadapi berbagai kompetisi yang akan digelar pada Juni 2026.
Kesibukan itu sejalan dengan prestasi gemilang yang ditorehkan Tim Olimpiade SD Al Kautsar. Sepanjang periode 2025-2026, mereka sukses memborong ratusan gelar juara di berbagai ajang bergengsi tingkat kota, provinsi, hingga nasional.
Di balik deretan prestasi tersebut, terdapat para siswa berprestasi yang mendedikasikan waktu dan tenaga untuk mengharumkan nama sekolah. Salah satunya adalah Nufail Arfa Ghaisan, siswa kelas 6A yang dikenal sebagai salah satu peraih prestasi terbanyak di bidang Matematika sekaligus penghafal Al-Qur'an.
Nufail mengaku perjalanan di dunia olimpiade dimulai sejak duduk di bangku kelas 4 SD. Setelah melalui proses seleksi internal yang ketat, ia berhasil masuk ke tim inti olimpiade SD Al Kautsar dan mulai mendalami soal-soal setingkat Olimpiade Sains Nasional (OSN).
"Waktu pertama kali masuk tim, saya dibelikan buku OSN dan mulai belajar dari sana. Kalau dibilang susah, ya pasti susah kalau belum pernah belajar. Tapi matematika sebenarnya seru kalau kita sudah paham rumus dasar dan kuat di logikanya," ujar Nufail saat diwawancarai, Selasa (2/6/2026).
Baca juga: Reynard Favio Siswa SD Al-Kautsar Bandar Lampung Raih Prestasi Bulu Tangkis, Disiplin Berlatih
Dalam kurun 2025-2026, Nufail telah mengoleksi sekitar lima hingga enam gelar juara di bidang Matematika. Prestasi terbaiknya antara lain Juara 1 Olimpiade Matematika tingkat Provinsi yang diselenggarakan Sekolah Dharma Bangsa serta Juara 2 Olimpiade Matematika di Universitas Lampung (Unila).
Tak hanya berprestasi di bidang akademik, Nufail juga aktif dalam kegiatan keagamaan. Ia telah menghafal dua juz Al-Qur'an, yakni Juz 29 dan Juz 30.
Prestasi di bidang keagamaan pun turut menghiasi rekam jejaknya. Nufail pernah meraih Juara 2 Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) tingkat Kota Bandar Lampung dalam ajang Festival Seni Islam.
Saat ditanya mengenai cara menjaga semangat belajar, Nufail mengaku menerapkan pola belajar yang disiplin namun tetap fleksibel. Ia membagi waktu antara belajar matematika dan mengulang hafalan Al-Qur'an agar tidak merasa jenuh.
Menurutnya, belajar secara bertahap jauh lebih efektif dibandingkan memaksakan diri belajar dalam waktu yang terlalu lama.
"Belajarnya diseling-selingi, tidak langsung 10 jam penuh supaya tidak stres. Selain hafalan ayat, matematika juga mirip karena melatih kita menyukai rumus-rumus," ungkapnya.
Nufail bukan satu-satunya siswa berprestasi di SD Al Kautsar. Ia merupakan bagian dari tim olimpiade yang beranggotakan siswa-siswi dengan sederet prestasi membanggakan di berbagai bidang.
Tim putra diperkuat oleh Rafif Khairul Ardhin (5A), Juara 1 Olimpiade IPS COSSMI tingkat Provinsi Lampung; Alvaro Rahman Andika (5A), Juara 2 LCT MIPAS tingkat provinsi; Muhammad Khoirurrijal Al-Muhtadiy (5H), finalis FABI Sains dan Bahasa Inggris tingkat provinsi serta peraih penghargaan Olimpiade Emerald ISMC; Sultan Fahri (4A), peraih berbagai medali emas di ajang Matematika nasional dan internasional; serta Omar Athallah Alghavy (4H), peraih Medali Emas Science STEMCO 2026 tingkat nasional dan Medali Emas OMNAS 15.
Sementara tim putri diisi oleh Keycza Farmacia Dendralova (5A), peraih Medali Emas Sean Olympic Challenge dan finalis nasional Omni Sains; Ayse Tsurayya Hafsa (4H), Juara 1 Math Champ dan peraih Medali Emas Bahasa Inggris OSI tingkat provinsi; serta Inara Allezaqueen (5B), peraih Medali Perak Grand Final OSI tingkat nasional bidang IPA dan juara berbagai lomba menulis.
Selain itu, terdapat pula Syafira Indarti Azzahra (4A), Shofiyah Adeeva Zivana Ghanny, dan Ersya Nadhira Thafani yang turut memperkuat tim olimpiade SD Al Kautsar.
Dengan kombinasi kemampuan akademik, kedisiplinan, dan semangat berprestasi, para siswa ini menjadi generasi emas SD Al Kautsar yang terus mengharumkan nama sekolah di berbagai ajang kompetisi.
( Tribunlampung.co.id / Bintang Puji Anggraini )