Main HP Berlebihan Tingkatkan Risiko Kanker, YSKI Ingatkan Pentingnya Pencegahan
mahyuddin June 04, 2026 07:24 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU - Penggunaan telepon genggam atau handphone berlebihan menjadi satu faktor risiko kanker.

Hal itu disampaikan Eka Dinata dari Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI) saat memberikan sosialisasi di Kantor TribunPalu.com, Jl Emmy Saelan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Kamis (4/6/2026). 

Kegiatan tersebut diikuti seluruh karyawan TribunPalu.com.

Dalam pemaparannya, Eka menjelaskan, paparan gelombang elektromagnetik dari perangkat elektronik dapat memicu kanker.

"Faktor fisika adalah paparan gelombang elektromagnetik. Contohnya penggunaan handphone secara berlebih. Sering kali saat menelepon, HP terasa panas di tangan. Sebaiknya ketika HP sudah panas dihentikan dulu penggunaannya atau gunakan headset untuk meminimalisir radiasi," kata Eka Dinata.

Baca juga: Meninggal Dunia Akibat Kanker, Ini Sosok Karmia Krissanty Putri Politisi Akbar Tanjung

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak meletakkan telepon genggam terlalu dekat saat tidur.

"Kemudian pada saat tidur sebaiknya dijauhkan. Memang efeknya tidak serta merta, tetapi lebih baik melakukan pencegahan sejak dini," ujarnya.

Eka menekankan, pencegahan merupakan langkah terbaik dibandingkan harus menjalani pengobatan ketika penyakit sudah muncul.

Menurutnya, pola hidup sehat perlu dibiasakan sejak dini, termasuk menghindari rokok dan alkohol, dan pemanfaatan bahan alami untuk pengobatan.

"Lebih baik mencegah daripada mengobati. Salah satunya dengan menjaga pola hidup sehat. Ada juga masyarakat yang mengonsumsi temu putih yang dikeringkan kemudian diseduh seperti kopi sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan," jelas Eka.

Dalam kesempatan itu, Eka menjelaskan bahwa kanker dapat dipicu berbagai faktor. 

Di antaranya kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, obesitas, pola makan tidak sehat, paparan sinar ultraviolet berlebih, polusi udara, bahan kimia tertentu, infeksi virus seperti HPV dan hepatitis, serta faktor keturunan. 

Baca juga: Wagub Sulteng Pastikan Kemoterapi Pasien Kanker Ditanggung Program Berani Sehat

Adapun jenis kanker yang banyak ditemukan di dunia antara lain kanker paruparu, kanker payudara, kanker usus besar dan rektum, kanker prostat, kanker hati, kanker lambung, kanker serviks, kanker darah (leukemia), kanker kulit, dan kanker otak. 

Eka berharap masyarakat semakin sadar pentingnya deteksi dini dan menerapkan gaya hidup sehat untuk menekan risiko penyakit kanker.

"Yang terpenting adalah kesadaran untuk menjaga kesehatan. Semakin dini kita mencegah, semakin besar peluang untuk terhindar dari berbagai penyakit, termasuk kanker," pungkasnya.

Herbal Temu Putih

Dalam pertemuan itu, Eka juga mengenalkan obat herbal Temu Putih.

Temu putih atau Curcuma zedoaria/alismatifolia banyak digunakan sebagai obat herbal untuk mengatasi masalah pencernaan (seperti maag, perut kembung, dan mual), meredakan peradangan dan nyeri haid, meningkatkan daya tahan tubuh, serta melawan infeksi bakteri.

Tanaman rimpang yang memiliki bentuk fisik yang mirip kunyit itu juga banyak tumbuh di Sulawesi Tengah, khususnya dataran tinggi.

"Hanya saja, usia tanaman tertentu yang khasiatnya dapat digunakan. Olahannya pun harus benar agar khasiatnya dapat dirasakan," tutur Eka.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.