TRIBUNPALU.COM, TOUNA - Pemerintah Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah, sukses menggelar Festival Maleo 2026.
Peluncuran agenda budaya itu berlangsung di Pelabuhan Mantangisi, Desa Mantangisi, Kecamatan Ampana Tete.
Festival Maleo yang bergulir 25- 29 Juni 2026 itu dibuka Wakil Bupati Tojo Una-una Surya.
Bukan sekadar panggung hura-hura, festival tersebut membawa misi konservasi Burung Maleo yang kini berada di ambang kepunahan.
Surya menilai, Festival Maleo menjadi wadah untuk pengenalan kekayaan budaya, keindahan alam, serta nilai-nilai kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah kepada khalayak yang lebih luas.
"Alam memberikan sumber kehidupan, sementara budaya memberikan arah dan nilai dalam menjalani kehidupan tersebut. Ketika keduanya terpelihara dengan baik, maka akan terwujud keseimbangan dan kehidupan yang harmonis," ujar Surya melalui rilisnya, Kamis (4/6/2026).
Baca juga: Nelayan 20 Tahun Hilang Saat Memancing di Perairan Bailo Tojo Unauna, Tim SAR Lanjutkan Pencarian
Ia menjelaskan, Kabupaten Tojo Una-una memiliki kekayaan alam yang luar biasa, mulai dari pesona laut, pegunungan, hutan hingga keanekaragaman hayati yang menjadi kebanggaan daerah.
Termasuk Maleo, burung endemik yang menjadi ikon keanekaragaman hayati dan juga pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
"Penggunaan nama Maleo dalam festival ini memiliki makna filosofis yang kuat, yaitu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya pelestarian alam dan budaya secara berkelanjutan," katanya.
Selain aspek pelestarian lingkungan, Surya menekankan pentingnya menjaga dan mengembangkan budaya sebagai identitas daerah.
Ia menyebut budaya merupakan warisan yang membentuk karakter dan kepribadian masyarakat sehingga harus terus dirawat agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.(*)