Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tari Rahmaniar
TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO – Kepanikan terjadi di perairan Mangrove Terang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, pada Kamis (4/6/2026) siang.
Sebuah perahu yang mengangkut ratusan kursi, peralatan sound system, serta sejumlah penumpang dari arah perairan terang tiba-tiba terbalik dan tenggelam saat hendak menuju pulau Longos.
Perahu tenggelam sebelum memasuki area tracking mangrove terang, kecamatan Boleng Kabupaten manggarai barat.
Beruntung, seluruh penumpang berhasil diselamatkan setelah sejumlah warga dan pemandu wisata yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan.
Baca juga: Padar Heritage Conservation Beri Sentuhan Humanis Kepada Warga Pulau Komodo Manggarai Barat
Peristiwa itu terjadi sekitar 13.30 Wita. Salah seorang saksi mata, Ahmad Burhan, mengatakan kapal tersebut berangkat dari Terang menuju Longos dengan membawa berbagai perlengkapan pesta, termasuk kursi dan sound system.
"Tidak ada angin kencang, tidak ada gelombang besar. Tiba-tiba kapal miring lalu terbalik sampai hampir 180 derajat," ujar Ahmad Burhan saat diwawancarai TRIBUNFLORES. COM lewat telpon, Kamis (04/06/2026).
Menurutnya, dugaan sementara kapal kehilangan keseimbangan karena seluruh muatan ditempatkan di bagian atas dek, sementara tidak ada pemberat atau muatan dasar di bagian bawah kapal.
"Kursi, sound system, dan penumpang semuanya berada di atas. Kemungkinan beratnya tidak seimbang sehingga kapal langsung miring dan terbalik," ungkapnya.
Saat kejadian, Ahmad sedang berada di jalur trekking Mangrove Terang bersama sejumlah wisatawan asal Jakarta. Melihat kapal mulai terbalik, ia langsung meminta perahu yang ditumpanginya untuk mendekat dan menolong para korban.
Di antara korban terdapat seorang ibu dan anak balita berusia sekitar empat tahun yang sempat terjebak di tengah kepanikan.
"Saya arahkan teman-teman yang membawa perahu untuk membantu lebih dulu. Ada ibu dan anak kecil yang harus segera dievakuasi," ujarnya.
Tak lama kemudian, sejumlah perahu lain dari Kampung Terang berdatangan untuk membantu proses penyelamatan. Dalam waktu sekitar 10 hingga 20 menit, seluruh korban berhasil dievakuasi ke daratan.
Saksi lainnya, Caesarius Sandi, yang merupakan pendamping trekking Mangrove Terang, mengaku melihat langsung detik-detik kapal kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya terbalik.
"Kami baru saja mengantar tamu pulang dari trekking. Kapal itu sempat menghampiri kami. Dari jauh saya lihat sudah miring. Tidak lama kemudian langsung terbalik dan tenggelam," ujarnya.
Menurut Sandi, kapal diduga membawa muatan berlebih. Selain sekitar 300 kursi plastik, kapal juga mengangkut empat boks speaker besar, speaker gantung, mixer audio, genset, dan sejumlah peralatan musik lainnya.
"Muatannya memang sangat banyak. Saya lihat ada sekitar 300 kursi, sound system ukuran besar, genset, dan perlengkapan lainnya. Kemungkinan besar karena kelebihan muatan," ujarnya.
Ia memperkirakan terdapat sekitar 20 orang di atas kapal saat kejadian, termasuk seorang ibu dan anak kecil berusia 4 tahun.
Meski tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta hingga Rp150 juta.
Sebagian kursi berhasil mengapung dan ditemukan di sekitar lokasi, namun sejumlah peralatan elektronik seperti speaker gantung, mixer audio, dan genset tenggelam dan diduga mengalami kerusakan berat.
"Dari keterangan pemilik, nilai sound system saja sekitar Rp100 juta. Belum termasuk genset dan perlengkapan lainnya yang ikut terendam," ujar Sandi.
Berdasarkan video yang diperoleh TRIBUNFLORES. COM terdengar suara tangisan anak kecil serta terlihat kondisi kapal beserta isi yang tak terselamatkan.