BANGKAPOS.COM--Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat bicara terkait isu yang menyebut dirinya akan mundur dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan.
Dalam pernyataannya, Purbaya menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki rencana untuk mundur dan saat ini tetap fokus menjalankan tugasnya dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Tidak ada itu (mundur). Saya tetap bekerja seperti biasa dan menjalankan amanah yang diberikan,” ujar Purbaya dalam keterangannya seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (4/6/2026).
Ia juga menilai bahwa isu tersebut tidak berdasar dan tidak perlu dibesar-besarkan karena tidak memengaruhi kinerja kementerian yang saat ini sedang berjalan.
Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil di tengah dinamika global, bukan membahas spekulasi politik yang tidak memiliki dasar kuat.
Tetap Fokus Stabilkan Ekonomi
Purbaya menegaskan bahwa Kementerian Keuangan saat ini terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan kebijakan fiskal berjalan efektif, termasuk menjaga inflasi dan memperkuat daya beli masyarakat.
Ia menyebut bahwa tantangan ekonomi global masih menjadi perhatian utama pemerintah, sehingga seluruh jajaran kementerian diminta tetap bekerja optimal.
“Yang penting kita kerja, bukan menanggapi isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” tegasnya.
Respons atas Isu Publik
Namun hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah maupun Presiden terkait pergantian Menteri Keuangan.
Dengan klarifikasi ini, Purbaya berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengacu pada sumber resmi pemerintah.
Baca juga: Rumah di Tempilang Ludes Terbakar, Mobil Honda CRV Ikut Hangus Diduga Akibat Obat Nyamuk
Baca juga: Diduga Diintimidasi Oknum Polwan, Korban KDRT di Takalar Cabut Laporan, Kasus Mandek
Klarifikasi itu muncul di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang kembali melemah di pasar spot.
Rupiah sempat bergerak menembus level psikologis baru dan mencatat posisi terlemah sepanjang sejarah, berada di kisaran Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pada penutupan perdagangan, rupiah tercatat di level Rp 18.049 per dolar AS, melemah dibandingkan hari sebelumnya.
Kondisi ini turut menjadi sorotan pelaku pasar karena menunjukkan tekanan berlanjut pada mata uang domestik.
Di kawasan Asia, pelemahan rupiah juga terjadi bersamaan dengan sejumlah mata uang lain seperti ringgit Malaysia, won Korea Selatan, dan dolar Taiwan, meski beberapa mata uang regional lainnya justru menguat terhadap dolar AS.
Menanggapi kondisi tersebut, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah saat ini fokus menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk stabilitas nilai tukar dan inflasi.
Ia menyebut bahwa Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia dan lembaga terkait terus berkoordinasi untuk meredam tekanan eksternal yang dipengaruhi oleh penguatan dolar AS dan ketidakpastian global.
“Yang penting adalah menjaga stabilitas ekonomi. Kita terus bekerja dan berkoordinasi,” ujarnya.
Isu Mundur Dinilai Tidak Berdasar
Purbaya juga menilai isu pengunduran dirinya tidak memiliki dasar yang jelas dan tidak seharusnya mengganggu fokus kebijakan fiskal pemerintah.
Hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi dari Istana mengenai pergantian Menteri Keuangan.
Dengan demikian, Purbaya memastikan tetap melanjutkan tugasnya di tengah tantangan ekonomi global, termasuk tekanan terhadap rupiah yang masih berfluktuasi di pasar keuangan internasional.(*)
Kompas.com/Bangkapos.com
Sebagian telah tayang di video kompas.com