Kami ingin membuktikan bahwa kualitas, desain dan teknologi pabrikan lokal siap bersaing di pasar global sekaligus memenuhi kebutuhan proyek-proyek premium di Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) meyakini penyelenggaraan pameran dapat menjadi etalase strategis untuk memperkuat daya saing produk dalam negeri, sekaligus menunjukkan kemampuan industri lokal dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun global.

Ketua Umum Asaki Edy Suyanto di Tangerang, Banten, Kamis menyampaikan, salah satu pameran yang dilakukan industri dalam negeri untuk memacu daya saing industri keramik yakni pameran Megabuild, Keramika & Megaproperty 2026.

"Keramika 2026 adalah etalase kebanggaan industri keramik nasional. Kami ingin membuktikan bahwa kualitas, desain dan teknologi pabrikan lokal siap bersaing di pasar global sekaligus memenuhi kebutuhan proyek-proyek premium di Indonesia," ujarnya.

Pameran yang berlangsung 4 hingga 7 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari konsep terintegrasi yang menggabungkan sektor bahan bangunan, keramik, dan properti dalam satu platform bisnis.

Disampaikan dia pula, momentum penyelenggaraan ini sejalan dengan pemulihan sektor properti yang kembali menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional. Pada 2026, sektor properti berhasil masuk dalam tiga besar penyumbang investasi nasional dengan proyeksi kontribusi terhadap PDB yang meningkat signifikan dari 10 persen menjadi 11,5 persen.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza yang membuka acara tersebut menilai penyelenggaraan Keramika Indonesia Expo ke-11 bersama Megabuild dan Megaproperty 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan industri nasional.

"Didukung kapasitas terpasang 650 juta meter persegi serta penguatan kebijakan SNI dan TKDN, kami optimis sektor ini siap bertransformasi menjadi industri hijau yang berdaya saing tinggi di pasar internasional. Kolaborasi strategis dalam pameran ini merupakan wadah inovasi utama untuk mempercepat adopsi teknologi modern sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan," kata Faisol.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor yang dihadirkan dalam pameran tersebut membuka peluang lebih besar bagi pelaku industri untuk mempercepat adopsi teknologi, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk nasional.

Presiden Direktur Panorama Media Royanto Handaya menyampaikan penyelenggaraan Keramika Indonesia 2026 juga didukung berbagai asosiasi dan lembaga, antara lain ASAKI, Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), serta Indonesia Design.

Menurutnya, selain menjadi ajang pamer produk, kegiatan tersebut menghadirkan berbagai program bisnis seperti business matching, seminar, workshop arsitektur dan desain interior, peluncuran produk baru, hingga forum jejaring yang mempertemukan pelaku industri dari berbagai sektor.