TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Titik asap di lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Desa Sokoi, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan belum hilang hingga Kamis (4/6/2026).
Alhasil, tim dari Manggala Agni masih melanjutkan operasi pendinginan untuk menghilangkan titik asap di lahan bekas terbakar.
Padahal operasi pemadaman darat telah berlangsung sejak Sabtu (30/6/2026) lalu oleh personil Manggala Agni. Setelah titik api dibombardir tim udara dari BNPB dan BPBD Riau dengan mengirimkan helikopter Water Bombing (WB) ke lokasi Karhutla mulai Kamis (28/5/2026) sejak firespot terdeteksi.
"Sampai saat ini masih terus pendinginan, tim dari Manggala Agni masih di lapangan melanjutkan pendinginan," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (4/6/2026).
Dijelaskanya, satu regu darat Manggala Agni terus berjibaku di lokasi untuk menuntaskan pendinginan. Mengantisipasi agar api tidak muncul lagi dari sisa bara yang menghasilkan asap. Mengingat lahan tersebut merupakan tanah gambut yang sulit ditangani jika dilanda kebakaran.
Baca juga: Kampar Apel Siaga Hadapi Super El Nino dan Karhutla, Bupati Instruksikan Desa-Kelurahan Bikin Kanal
Kedalaman gambut di titik Karhutla diperkirakan mencapai 2 sampai 4 meter. Alhasil membutuhkan penyiraman yang maksimal untuk memastikan api tidak membara lagi setelah ditinggalkan petugas. Kondisi itu diperparah dengan hujan yang tidak turun di lokasi Karhutla.
"Dua hari ini HelikopterWB tidak main lagi di sana, karena titik api tak ada lagi. Jadi tinggal pendinginan aja," ungkap Zulfan.
Api membakar semak belukar dan kebun sawit milik masyarakat. Namun luasannya belum diketahui karena belum ada pengukuran dari tim Manggala Agni yang berjibaku di lapangan.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)