Kisah Aris dan Algi di Job Fair Ciamis 2026, Memburu Mimpi di Tengah Keterbatasan Pendengaran
ferri amiril June 04, 2026 08:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Ribuan pencari kerja memadati Gedung KH Irfan Hielmy, Komplek Islamic Center Ciamis dalam gelaran Job Fair 2026, Kamis (4/6/2026). 

Di antara keramaian para pelamar yang berburu lowongan pekerjaan, ada dua sosok yang menarik perhatian, yakni Aris dan Algi.

Keduanya merupakan penyandang disabilitas tuli lulusan SMPLB (Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa) di Kabupaten Ciamis. 

Dengan penuh semangat, mereka datang sejak pagi untuk mencari peluang kerja yang dapat mengubah masa depan mereka.

Meski memiliki keterbatasan dalam mendengar dan berkomunikasi secara verbal, hal itu tidak menyurutkan tekad Aris dan Algi untuk bersaing bersama ribuan pencari kerja lainnya. 

Baca juga: 2 Ribu Lebih Warga Ciamis Padati Job Fair di Gedung Kh Irfan Hielmy

Berbekal map berisi dokumen lamaran, keduanya berkeliling dari satu stan perusahaan ke stan lainnya untuk mencari informasi lowongan yang sesuai.

Melalui bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh pendamping, Aris dan Algi mengaku senang karena dapat mengikuti Job Fair Ciamis 2026. 

Menurut mereka, kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk bertemu langsung dengan perusahaan dan mengetahui berbagai peluang kerja yang tersedia.

"Kami senang bisa datang ke job fair ini. Banyak perusahaan yang membuka lowongan untuk umum sehingga kami bisa mencoba melamar," ungkap mereka dengan bahasa isyarat.

Dari sejumlah perusahaan yang berpartisipasi, Aris dan Algi memilih melamar pekerjaan ke Alfamart. 

Mereka berharap perusahaan dapat memberikan kesempatan yang sama kepada penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan dan potensi yang dimiliki.

Bagi keduanya, mendapatkan pekerjaan bukan hanya soal memperoleh penghasilan. 

Lebih dari itu, pekerjaan menjadi jalan untuk meraih kemandirian dan membuktikan bahwa penyandang disabilitas juga mampu bekerja secara profesional jika diberikan kesempatan.

Perjalanan mencari kerja bagi penyandang disabilitas memang tidak selalu mudah. 

Selain harus bersaing dengan pelamar lainnya, mereka juga kerap menghadapi kendala akses informasi dan minimnya lowongan yang secara khusus membuka kesempatan bagi kelompok disabilitas.

Karena itu, Aris dan Algi berharap ke depan semakin banyak perusahaan yang menyediakan kesempatan kerja yang inklusif. 

Mereka juga menginginkan fasilitas yang lebih ramah disabilitas dalam setiap proses rekrutmen, mulai dari penyediaan informasi yang mudah dipahami hingga pendampingan komunikasi bagi pelamar tuli.

"Semoga ke depannya ada lebih banyak peluang bagi penyandang disabilitas dan tuli untuk maju. Kami juga berharap fasilitas yang ramah disabilitas bisa lebih ditingkatkan," harap mereka.

Aris sebagai ketua Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) Kabupaten Ciamis ingin membuktikan bahwa di tengah keterbatasan itu, semangat sama sekali tidak boleh padam.

Di tengah hiruk pikuk Job Fair Ciamis 2026, langkah Aris dan Algi menjadi pengingat bahwa semangat meraih masa depan tidak dibatasi oleh kondisi fisik. 

Mereka hadir dengan harapan yang sama seperti ribuan pencari kerja lainnya yaitu memperoleh kesempatan untuk bekerja, berkarya, dan menjadi bagian dari pembangunan.

Senyum yang sesekali muncul di wajah keduanya saat menyerahkan berkas lamaran menjadi simbol optimisme. 

Di balik bahasa yang berbeda, tersimpan pesan bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan yang setara untuk meraih impiannya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.