Pimpinan Serambi Silaturrahmi ke TVRI, Bahas Aturan Nobar Piala Dunia
Amirullah June 04, 2026 09:03 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Manajemen Serambi Indonesia Group melakukan kunjungan silaturrahmi ke TVRI Stasiun Aceh, Kamis (4/6/2026).

Hadir langsung ke TVRI Aceh, Pimpinan Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, Wakil Pimpinan Perusahaan, Firdaus D, News Manager, Bukhari M Ali, Production Manager, Said Kamaruzzaman, Digital Manager, Safriadi Syahbuddin, Asisten Manager Iklan, Kurniadi, Wartawan, Muhammad Nasir, Indra Wijaya dan Hendri. 

Dalam kunjungan itu, Pimpinan Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur berdiskusi tentang beberapa hal terutama tentang aturan nonton bareng atau Nobar Piala Dunia 2026. Sebab TVRI merupakan pemilik hak siar Piala Dunia 2026.

Baca juga: Kapolda Aceh Ajak Masyarakat Hindari Judi dan Jaga Kamtibmas Selama Piala Dunia 2026

Baca juga: PIP Juni 2026 Cair? Cek Nama Penerima dan Status Pencairan Lewat HP, Begini Caranya

Menurut Zainal, masyarakat Aceh memiliki tradisi kuat menggelar nobar pertandingan sepak bola di warung kopi, sehingga perlu ada kepastian hukum agar tidak menimbulkan persoalan seperti yang pernah terjadi pada penayangan Liga Inggris.

“Pernah ada masalah ketika hak siar Liga Inggris dipegang platform tertentu, lalu pengusaha warung kopi diadukan dan diperiksa oleh Polda Aceh. Padahal di Aceh memang sudah menjadi kebiasaan nobar di warung kopi dan bukan kegiatan berbayar,” ujarnya.

Karena itu, kata Zainal, pelaku usaha warung kopi perlu mendapatkan penjelasan mengenai ketentuan nobar Piala Dunia 2026, termasuk apakah ada kewajiban membayar lisensi atau mengurus izin tertentu untuk menayangkan pertandingan kepada pengunjung. 

“Kami melihat ada kebingungan. Bahkan muncul pemahaman bahwa hasil pertandingan tidak boleh diulas. Karena itu kami perlu memperoleh penjelasan langsung agar tidak terjadi kesalahpahaman,” katanya.

Menurutnya, kejelasan aturan tersebut penting mengingat tingginya antusiasme masyarakat Aceh terhadap sepak bola dan tradisi berkumpul di warung kopi untuk menyaksikan pertandingan-pertandingan besar dunia.

Baca juga: Dokter Spesialis Asal Pidie Jagokan Prancis di Piala Dunia 2026, Mbappe dan Dembele Modal Les Bleus 

Baca juga: Gaji ke-13 ASN Bireuen Capai Rp 40 Miliar Lebih, Pencarian Sudah Mulai Dilakukan

Sementara Plt Kepala TVRI Stasiun Aceh, Yusril mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan asosiasi pengusaha warung kopi di Aceh, membahas tentang aturan nonton bareng PIala Dunia 2026 di warung kopi.

Hasil dari pertemuan itu akan disampaikan ke Pusat. “Kami di daerah akan menyampaikan aspirasi yang berkembang. Keputusan tetap berada di TVRI Pusat," kata Yusril.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.