Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, BETUN - SPPG Rainawe di Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menghentikan sementara penyaluran paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada seluruh penerima manfaat. Penghentian layanan tersebut dilakukan akibat kendala pencairan Dana Bantuan Pemerintah (Banper).
Informasi penghentian sementara program MBG itu pertama kali diketahui publik setelah beredarnya sebuah flyer pengumuman resmi di media sosial.
Isi pengumuman menyebutkan bahwa SPPG Rainawe menyampaikan bahwa pada tanggal 4 Juni 2026 belum dapat menyalurkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Penyaluran MBG dihentikan sementara hingga waktu yang belum dapat ditentukan karena adanya kendala dalam pencairan Dana Bantuan Pemerintah (Banper).
Baca juga: Siswa Tidak Terima Paket Makanan MBG Saat Libur Sekolah
Pihak SPPG Rainawe mengucapkan terima kasih kepada seluruh adik-adik, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui) penerima manfaat MBG yang selama ini tetap bersemangat menantikan dan menikmati menu yang disediakan.
SPPG Rainawe juga menyampaikan permohonan maaf atas kondisi tersebut dan berharap dapat segera beroperasi kembali untuk menyediakan menu yang lebih baik serta lebih variatif bagi para penerima manfaat.
Sementara itu, seluruh penerima manfaat diimbau untuk sementara waktu membawa uang saku dan bekal makanan sendiri hingga program MBG kembali berjalan normal.
Kepala SPPG Rainawe, Juven Manek, membenarkan adanya penghentian sementara penyaluran paket MBG tersebut.
Saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM melalui pesan WhatsApp pada Kamis (4/6/2026), ia menegaskan bahwa penghentian layanan semata-mata disebabkan oleh kendala anggaran bantuan pemerintah yang belum cair.
"Iya benar. SPPG Rainawe pemberhentian sementara dikarenakan kendala anggaran belum cair saja," ujar Juven Manek.
Penghentian sementara program MBG ini tentu menjadi perhatian masyarakat. Mengingat program tersebut selama ini berperan penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah Kecamatan Kobalima. (ito)