Ibu Hamil yang Dianiaya Preman di Medan Tembung Sebut Tak Berani Lewat Karena Tawuran
Randy P.F Hutagaol June 04, 2026 10:10 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pasangan Suami Istri (Pasruti) yang menjadi korban penganiayaan sejumlah orang di Kecamatan Medan Tembung, Rabu (3/6/2026) kemarin diketahui merupakan warga Jalan Pelikan, Perumnas Mandala. Keduanya, yakni Mangongap Purba dan istrinya Mulana Kartina br Nainggolan yang terekam video viral dianiaya saat mengendarai sepeda motor. 

Saat ditemui di Polrestabes Medan, Kartina menceritakan awal muka sebelum aksi penganiayaan itu ia awalnya baru pulang bekerja. Saat itu, ketika ia dan sang suami melintas di seputar Jalan Baru Pasar, Kecamatan Medan Tembung, keduanya melihat adanya aksi tawuran di seputar bantaran rel. 

ANIAYA WANITA HAMIL - Rekaman video penganiayaan yang dialami oleh Pasutri di kawasan Kecamatan Medan Tembung, Rabu (3/6/2026) kemarin. Saat ini, kedua pelaku sudah diamankan di Polrestabes Medan.
ANIAYA WANITA HAMIL - Rekaman video penganiayaan yang dialami oleh Pasutri di kawasan Kecamatan Medan Tembung, Rabu (3/6/2026) kemarin. Saat ini, kedua pelaku sudah diamankan di Polrestabes Medan. (IST)

Ia mengaku, saat itu keduanya hendak melintas di terowongan yang tepat berada di bagian bawah rel tempat terjadinya aksi tawuran. Namun, keduanya mengurungkan niat untuk melintas karena takut terlebih melihat kondisinya yang tengah hamil. 

"Jadi di rel kereta api itu tawuran, itu selalu ada tawuran. Jadi kami takut melintasi jalan tersebut, dan suami saya juga ketakutan karena posisi saya lagi hamil gitu kan," ujar Kartina, Kamis (4/6/2026). 

Melihat kondisi yang semakin tak terkendali, ia mengaku suaminya langsung menepikan kendaraannya karena takut terkena lemparan batu. Namun, tak berselang lama sejumlah pria yang ada di sekitar lokasi langsung menghampiri keduanya. 

"Ya kayak manalah. Bukan kutantang, dia ibarat kata tidak mau lagi itu. Gitu kan. Nah setelah itu dia enggak terima. Mungkin suami saya menyenggak dia. Jadi dia menghampiri kami," ucapnya. 

Saat itu, para pria tersebut meminta keduanya agar tetap melintas karena dianggap membuat macet lalu lintas. Namun, karena merasa terancam jika melintas keduanya menolak permintaan para pelaku untuk jalan. 

Nahas, penolakan itu membuat sejumlah oknum preman itu panas dan langsung melakukan penganiayaan. Tampak dalam video yang sudah viral, para pelaku terlihat memukuli bagian wajah sang suami sementara satu pelaku lainnya menendang perut Kartina. 

"Itu tidak ada kemacetan sama sekali. Jadi si pelaku ini yang menganiaya kami. Kami dipaksa disuruh untuk melintasi jalan yang tawuran tersebut yang lempar-lemparan batu itu," katanya. 

"Ya karena suami saya takut dengan kenanya perut saya dan kepala saya kebetulan saya tidak pakai helm. Ya kan saya tidak berani jadi saya menjawab pertanyaan apa menanggapi omongan si pelaku ini. Saya bilang kayak ini, saya tidak berani, kami tidak berani melewati itu," tambah wanita yang mengenakan kain panjang berwarna merah ini. 

Melihat suaminya mendapatkan penganiayaan, ia langsung reflek mengeluarkan telepon selulernya dengan berniat merekam aksi yang dilakukan oleh sejumlah pelaku. Namun nahas, pelaku yang melihat hal tersebut langsung menghempaskan telepon seluler Kartina. Tak hanya itu, salah satu pelaku yang emosi langsung menendang perut Kartina. 

"Ibarat kata biar saya bisa melapor ke kantor polisi terdekat. Nah setelah itu tidak jadi saya merekam karena HP saya terlempar. Kayak ibarat dijatuhkan lagi itu. Nah setelah itu datanglah satu lagi untuk menendang perut saya," katanya. 

Tak sampai di situ, ia mengaku saat itu juga cukup syok karena salah satu pelaku yang sempat menendang perutnya kembali datang dengan membawa sepucuk pistol. Ia mengaku, melihat situasi yang semakin tak kondusif ia hanya bisa menangis. 

Lebih lanjut, dirinya mengaku akibat penganiayaan ini sang suami mengalami luka memar di bagian dagu dan pipinya. Ia pun mengaku, sudah sempat memberikan penanganan awal mengobati luka memar yang dialami sang suami. (mns/tribun-medan.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.