Damar Sewu Jadi Tanda Seren Taun 2026 Dimulai, Bupati Kuningan Sampaikan Hal Ini
Dwi Yansetyo Nugroho June 04, 2026 10:11 PM

Laporan Kontributor Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM- Prosesi penyalaan obor kecil yang dikenal sebagai Damar Sewu kembali digelar di kawasan Paseban Tri Panca Tunggal, Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Upacara Adat Seren Taun Tahun Rayagung 1959 Saka atau Seren Taun 2026 yang dilaksanakan pada Kamis (4/6/2026) dan memiliki nilai sakral bagi masyarakat adat setempat.

Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, menjelaskan bahwa Damar Sewu atau cahaya seribu pelita tidak hanya bermakna sebagai penerangan secara fisik, tetapi juga sebagai simbol cahaya kearifan lokal yang harus terus dijaga.

Baca juga: Pelajar SMA Kuningan Terseret Bisnis Gelap Narkoba Tembakau Sintetis, Raup Omzet Fantastis

“Melalui ritual Damar Sewu, kita tidak hanya menerangi kegelapan malam. Melainkan cahaya kearifan lokal harus tetap menyala,” ujar Bupati.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Seren Taun menjadi pengingat pentingnya menjaga identitas budaya sebagai benteng di tengah derasnya arus globalisasi. Menurutnya, kehilangan budaya berarti kehilangan jati diri bangsa.

“Martabat suatu bangsa diukur dari sejauh mana mereka menghargai budayanya sendiri. Maka saat kehilangan budaya berarti kehilangan identitas,” tambahnya.

Baca juga: Pelajar SMA Kuningan Terseret Bisnis Gelap Narkoba Tembakau Sintetis, Raup Omzet Fantastis

Anggota DPD RI, Arya Wedakarna, turut mengapresiasi konsistensi masyarakat adat Cigugur dalam melestarikan tradisi leluhur. Ia menilai Seren Taun memiliki nilai budaya yang tinggi dan layak menjadi warisan yang terus dijaga.

“Saya melihat sebuah festival budaya yang luar biasa. Seren Taun adalah kekayaan budaya Nusantara yang harus terus dijaga dan diwariskan,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Cigugur, Yono Rohmansyah, menyampaikan bahwa rangkaian Seren Taun 2026 berlangsung selama enam hari, mulai 3 hingga 8 Juni 2026, dengan berbagai agenda budaya, sosial, hingga spiritual.

Baca juga: Pelajar SMA Kuningan Terseret Bisnis Gelap Narkoba Tembakau Sintetis, Raup Omzet Fantastis

Berbagai kegiatan telah disiapkan, mulai dari ritual adat seperti Nyandak Pare ti Leuit hingga kegiatan sosial seperti pengobatan gratis, seminar kebangsaan, serta helaran budaya. Puncak acara Seren Taun akan digelar pada 8 Juni 2026.

Lebih dari sekadar perayaan adat, Seren Taun menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan nilai budaya, spiritualitas, dan pelestarian tradisi leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.