Duduk Persoalan Sampai Sampah Menumpuk di Belakang Kuburan Muslimin Pelaihari Tanahlaut Kalsel
Edi Nugroho June 04, 2026 11:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Duduk persoalan sampah menumpuk di Belakang Kuburan Muslimin Pelaihari Tanahlaut Kalsel/

Tumpukan sampah yang kembali muncul di belakang Kuburan Muslimin kawasan Jalan Berkat Permai, Pelaihari, menjadi keluhan warga. 

Mereka berharap pemerintah daerah menghadirkan solusi permanen agar lokasi tersebut tidak terus berulang menjadi tempat pembuangan sampah liar.

Keluhan itu disampaikan warga Kota Pelaihari, Kabulaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, Jauhari Alamsyah, Kamis (4/6/2026). 

Baca juga: Api Lumat 18 Ruangan Madrasah Muhammadiyah di Banjarmasin, Puluhan Komputer Gosong

Baca juga: Modus Pelaku Pencurian Membobol Rumah di Balangan Kalsel, Perlu Diwaspadai Polanya

Menurutnya, persoalan mulai muncul setelah bak sampah yang sebelumnya berada di kawasan tersebut dibongkar tanpa adanya lokasi pengganti yang mudah dijangkau masyarakat.

"Memang ada imbauan agar warga membuang sampah ke depan GOR atau ke kawasan Komplek Keamanan. Tetapi bagi sebagian warga Jalan Berkat Permai, Perumahan Usaha Pusaka dan sekitarnya, lokasi itu cukup jauh sehingga harus memutar," ujarnya.

Kondisi tersebut, kata Jauhari, membuat sebagian warga tetap membuang sampah di lokasi lama. Akibatnya, meski berkali-kali dibersihkan, sampah kembali menumpuk dalam waktu singkat.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memikirkan solusi yang lebih praktis. Ia bahkan pernah mengusulkan agar lahan kosong yang berada di sekitar lokasi dimanfaatkan sebagai tempat penampungan sementara dengan menempatkan kontainer sampah.

"Kalau ada tempat yang jelas dan dekat, warga juga lebih mudah diarahkan. Jangan sampai setiap kali dibersihkan, beberapa hari kemudian menumpuk lagi karena memang tidak ada alternatif yang dekat," katanya.

Menurutnya, pemerintah dapat menyewa atau meminjam lahan tersebut, kemudian membangun alas semen sederhana dan menempatkan kontainer sampah agar masyarakat memiliki lokasi pembuangan yang resmi dan mudah diakses.

Pekerja swasta ini menyebut sampah yang menumpuk tidak hanya berasal dari limbah rumah tangga. Di lokasi tersebut kerap ditemukan barang-barang bekas berukuran besar seperti televisi rusak, kulkas bekas hingga berbagai rongsokan lainnya.

"Harapan kami ada solusi permanen dari dinas terkait. Kota harus tetap bersih, jangan sampai bagian depannya bersih tetapi di belakangnya justru menjadi tempat penumpukan sampah," tuturnya.

Keluhan serupa disampaikan Hamliah, warga Pelaihari. Menurutnya, sebagian warga sebenarnya ingin mematuhi aturan, namun lokasi pembuangan yang dinilai cukup jauh membuat sebagian masyarakat memilih membuang sampah di tempat lama.

"Kalau harus ke tempat yang lebih jauh, apalagi hanya membawa satu atau dua kantong sampah, kadang orang memilih yang dekat. Akhirnya dibuang lagi ke tempat lama," ujarnya.

Sementara itu, warga lainnya, Noor Fauzi, menilai penanganan persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan penertiban. Menurutnya, penyediaan fasilitas dan edukasi kepada masyarakat harus berjalan beriringan.

"Kalau tempatnya ada dan mudah dijangkau, warga juga punya alasan untuk tertib. Yang penting ada solusi permanen, bukan hanya dibersihkan lalu beberapa hari kemudian menumpuk lagi," katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tanah Laut, Gusti Dwi Enzandi Kasuma, mengatakan pihaknya berterima kasih atas masukan masyarakat. Menurutnya, persoalan lokasi pembuangan sampah di kawasan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali dibahas bersama warga dan aparat setempat.

Ia menjelaskan, DPRKPLH pada prinsipnya siap menempatkan kontainer maupun membangun tempat penampungan sementara (TPS) apabila tersedia lahan yang disepakati masyarakat dan dapat digunakan secara berkelanjutan.

"Kami siap melakukan pembangunan maupun penempatan TPS sementara apabila masyarakat bersama RT, RW, kelurahan dan tokoh masyarakat sudah menentukan serta menyepakati lahannya," ujarnya.

Namun demikian, Gusti menegaskan pihaknya tidak memiliki anggaran khusus untuk menyewa lahan masyarakat sebagai lokasi TPS.

Menurutnya, penggunaan lahan sewa berpotensi menimbulkan persoalan baru apabila suatu saat pemilik tanah menarik kembali lahannya setelah pemerintah mengeluarkan anggaran untuk pembangunan fasilitas persampahan.

"Kalau kami membangun TPS di lahan sewa lalu beberapa bulan kemudian tanahnya diminta kembali oleh pemiliknya, tentu aset yang sudah dibangun menjadi sia-sia. Karena itu kami memerlukan kepastian lahan terlebih dahulu," katanya.

Ia menilai penyelesaian persoalan sampah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. DPRKPLH siap menindaklanjuti apabila masyarakat berhasil menyepakati lokasi baru yang dapat digunakan sebagai TPS.

Erzandi juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pengelolaan sampah berbasis lingkungan atau perumahan dengan sistem pengumpulan sampah dari rumah ke rumah.

"Kalau masyarakat kompak dan peduli terhadap kebersihan lingkungannya, sebenarnya persoalan seperti ini lebih mudah diatasi. Jangan hanya menuntut pemerintah, tetapi perlu ada kerja sama dan kepedulian bersama," ujarnya.

Ia menambahkan, keterbatasan jumlah personel dan sumber daya yang dimiliki pemerintah membuat peran masyarakat menjadi sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Intinya kami akan melakukan yang terbaik untuk kepentingan masyarakat. Tetapi menjaga kebersihan lingkungan juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif warga," tegasnya.

Ia berharap komunikasi antara warga, pemerintah kelurahan, kecamatan dan DPRKPLH dapat terus diperkuat sehingga solusi permanen terkait lokasi pembuangan sampah di kawasan Jalan Berkat Permai dapat segera ditemukan dan direalisasikan.

7 Cara Kreatif Mendaur Ulang Sampah di Rumah

Rumah adalah tempat Anda menghargai hal-hal paling berharga dalam hidup. Dan tidak ada yang lebih menyenangkan daripada membuat rumah Anda yang berantakan menjadi rapi dan bersih dari barang-barang tidak terpakai yang menghilangkan pesonanya.

Namun, Anda selalu dapat mengadopsi kebiasaan daur ulang untuk merapikan tempat tinggal Anda.

Berikut adalah 6 teknik daur ulang yang mudah untuk dipraktikkan dan memberikan sentuhan menyegarkan pada rumah Anda:

1. Botol Air Plastik

Botol air plastik adalah musuh terburuk di dalam ruangan. Orang sering membuang botol plastik secara tidak bertanggung jawab setelah digunakan sehingga merusak lingkungan.

Dengan sedikit kreativitas, botol plastik bisa dimanfaatkan dengan baik. Misalnya, Anda dapat memotong bagian bawah botol plastik dan menanam bibit di dalamnya.

Pot tanaman yang bagus ini mudah dibuat dan akan menjadi tambahan yang bagus untuk ruang taman Anda.

2. Aluminium Foil

Aluminium foil memiliki berbagai kegunaan dalam kehidupan kita sehari-hari dan terkadang sangat berguna. Namun, kerugiannya, seperti barang plastik yang tidak terpakai, adalah tidak dapat terurai secara hayati.

Tapi jangan khawatir, ada cara untuk mendaur ulang dan menggunakan kembali aluminium foil, daripada membuangnya setelah sekali pakai.

Anda dapat menempatkan foil di belakang tanaman di tempat teduh dan menggunakan foil sebagai reflektor.

3. Komposter

Ketika kita membeli buah atau sayuran, kita sering membuang sisa-sisa yang tidak berguna tanpa menyadari bahwa itu dapat dimanfaatkan dengan lebih baik.

Komposter countertop adalah cara mudah untuk menyimpan sisa makanan kompos Anda untuk digunakan nanti di kebun.

Lagi pula, Anda membayar untuk seluruh buah atau sayuran, jadi mengapa tidak menggunakan bagian yang tidak bisa dimakan juga?

4. Bangun sebuah "Eco-brick"

Ribuan botol plastik berakhir di tempat pembuangan sampah setiap tahun karena hanya dapat didaur ulang dalam jumlah terbatas.

Jadi daripada membuangnya begitu saja, Anda bisa menggunakannya untuk membuat batu bata ramah lingkungan yang bagus.

Batu bata ini dapat digunakan untuk membuat furnitur modular, sebagai barang dekoratif untuk taman Anda dan sebagai pemberat kertas.

5. Pisahkan sampah basah dan kering Anda

Jangan hanya mengumpulkan semua sampah Anda bersama-sama. Membuat ketentuan untuk memisahkan sampah basah dan pembuangan sampah kering.

Sampah basah berupa kulit buah dan sayuran, teh celup dan sisa makanan. Limbah kering termasuk kayu, logam, kaca dan produk terkait.

Sampah kering biasanya berakhir di tempat pembuangan sampah, dan sampah basah dapat kembali ke tempat sampah kompos Anda. Memilah sampah penting bagi lingkungan.

6. Gunakan kembali Koran yang Disampaikan di Rumah Anda

Jika Anda salah satu dari orang-orang yang mengirim surat kabar secara teratur, maka teknik daur ulang ini paling cocok.

Alih-alih menimbun koran bekas, Anda bisa menggunakannya sebagai kertas pengepakan untuk membungkus barang-barang atau kado yang mudah pecah.

Anda juga bisa menggunakan koran sebagai bahan pembersih dengan mencampurkan air dan percikan cuka putih untuk membersihkan noda jendela, dengan mudah.

7. Ganti Barang Plastik Sekali Pakai

Meskipun barang-barang plastik sekali pakai sudah umum dalam kehidupan kita, penggunaannya yang sering juga dapat berdampak negatif yang mengganggu ekologi di sekitar kita.

Misalnya, barang plastik bisa memakan waktu hingga 1.000 tahun untuk terurai. Itulah mengapa banyak negara berjanji untuk menyingkirkan barang-barang plastik sekali pakai untuk selamanya.

Anda juga dapat menerapkan praktik yang sehat untuk mengganti barang-barang plastik dengan pengganti yang ramah lingkungan.

Mulailah dengan mengganti sikat gigi plastik Anda dengan sikat gigi biodegradable, cotton bud bertangkai plastik dengan cotton bud bertangkai kertas biodegradable dan sedotan plastik dengan sedotan bambu biodegradable yang dapat digunakan kembali.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara/kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.