Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Angin kencang yang kembali melanda Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara pada Kamis (4/6/2026), menyebabkan kerusakan hunian sementara (Huntara) untuk para penyintas banjir terus bertambah.
Selain itu, listrik di kawasan terdampak bencana juga padam sehingga menyulitkan proses pendataan yang dilakukan petugas di lapangan.
Camat Langkahan, T Reza Ichwan kepada Serambinews.com, Kamis (4/6/2026), mengatakan, hingga sore hari pihaknya masih melakukan pendataan terhadap kerusakan Huntara yang kembali terdampak cuaca ekstrem.
Menurutnya, jumlah Huntara yang rusak dipastikan bertambah dibandingkan data sebelumnya.
Namun, beber dia, pemerintah kecamatan belum dapat memastikan jumlah keseluruhan karena proses pendataan masih berlangsung.
"Pendataan masih terus dilakukan. Angin kencang kembali terjadi dan menyebabkan kerusakan tambahan pada sejumlah huntara,” terangnya.
Baca juga: Puluhan Huntara Ambruk Dihantam Badai, 3 Anak Luka-Luka Tertimpa Material Bangunan
“Selain itu, listrik juga padam sehingga menyulitkan petugas di lapangan mendata," kata Reza Ichwan.
Ia menjelaskan, hasil pendataan sementara menunjukkan tambahan kerusakan terjadi pada satu unit Huntara program insitu di Gampong Geudumbak.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi di kawasan Huntara Dusun Leubok Meuku, Gampong Buket Linteung.
Selain terkendala padamnya listrik, proses pendataan juga terhambat oleh kondisi infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya pulih pascabanjir besar yang melanda Langkahan pada November 2025 lalu.
Sebab, sejumlah ruas jalan yang rusak akibat banjir hingga kini belum diperbaiki.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan mobilitas petugas ketika hujan turun karena jalan menjadi licin dan sulit dilalui kendaraan.
Baca juga: Penyintas Banjir di Aceh Utara Mengungsi Lagi, Puluhan Huntara Porak-Poranda Diterpa Angin Kencang
Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, sebanyak 58 unit Huntara yang ditempati para penyintas banjir mengalami kerusakan akibat hujan deras dan angin kencang yang terjadi pada Selasa (2/6/2026) sore.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Utara, Fauzan, MA menjelaskan, kerusakan tersebar di beberapa titik lokasi Huntara.
Di Gampong Rumoh Rayeuk yang merupakan kawasan Huntara bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 36 unit terdampak.
Dari jumlah tersebut, 11 unit mengalami rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan lima unit rusak ringan.
Sementara di Gampong Langkahan, lima unit Huntara bantuan BNPB mengalami rusak ringan.
Kerusakan cukup parah juga terjadi di Dusun Leubok Meuku, Gampong Buket Linteung.
Sebanyak tujuh unit Huntara bantuan Kementerian Pekerjaan Umum serta satu unit musala mengalami kerusakan berat akibat diterjang angin kencang.
Baca juga: Perbaikan Puluhan Huntara Rusak Diterjang Angin Kencang di Aceh Utara Ditargetkan Tuntas Tujuh Hari
Sedangkan di Gampong Geudumbak, dari 10 unit Huntara program insitu yang dibangun di lokasi asal rumah penyintas, empat unit mengalami rusak berat, empat unit rusak sedang, dan dua unit rusak ringan.
Dengan adanya kerusakan tambahan akibat cuaca buruk yang kembali terjadi pada Kamis sore, jumlah Huntara terdampak diperkirakan akan bertambah setelah proses verifikasi dan pendataan selesai dilakukan.
Musibah ini kembali menambah beban para penyintas banjir yang hingga kini masih tinggal di Huntara sambil menunggu pembangunan hunian tetap (Huntap).
Sebagian warga yang huntaranya mengalami kerusakan berat terpaksa mengungsi ke rumah kerabat maupun lokasi yang lebih aman.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan yang terus bertambah membuat warga berharap penanganan dan rehabilitasi huntara dapat segera dilakukan.
Sebelumnya, Kepala Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal Zakaria Ali (Safrizal ZA) memastikan, seluruh Huntara yang mengalami kerusakan akan direhabilitasi oleh kementerian dan lembaga yang membangunnya.
Proses perbaikan dijadwalkan mulai dilakukan pada Jumat (5/6/2026) ini, dengan target penyelesaian dalam waktu tujuh hari.
Mantan PJ Gubernur Aceh ini menyebutkan, pemerintah daerah bersama BPBD, BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum, dan instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi sembari menunggu proses rehabilitasi Huntara selesai dilakukan.(*)